Pangkas Tingkat Kematian Covid-19, Inilah Riset Seputar Deksametason

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Deksametason atau Dexamethasone diklaim mengurangi tingkat kematian akibat Covid-19. (FOTO: Shutterstock)

-

AA

+

Pangkas Tingkat Kematian Covid-19, Inilah Riset Seputar Deksametason

Health | Jakarta

Jumat, 19 Juni 2020 12:55 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan deksametason terbukti berkhasiat melawan Covid-19. Obat ini disebut memangkas tingkat kematian Covid-19 sekitar sepertiga di antara pasien yang sakit parah di rumah sakit.

Apa yang penting: WHO memperbarui pedomannya dalam merawat penderita Covid-19 untuk mencerminkan hasil uji klinis yang menunjukkan bahwa steroid yang murah dan umum dapat membantu menyelamatkan pasien yang sakit kritis.

Konteks: Tak disangka-sangka, obat yang digunakan sejak 1960-an untuk mengurangi peradangan pada penyakit seperti radang sendi ini ternyata ampuh melawan penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2.

“Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan Covid-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator,” beber Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesu, dilansir Antara, Rabu (19/6/2020).

Hasil riset:

• Meskipun hasil penelitian deksametason masih dini, para peneliti di balik proyek mengatakan mereka menyarankan agar obat harus segera menjadi perawatan standar pada pasien.

• Untuk pasien yang menggunakan ventilator, pengobatan terbukti mengurangi kematian sekitar sepertiga, dan untuk pasien yang hanya membutuhkan oksigen, mortalitas turun sekitar seperlima, menurut temuan awal yang dibagikan kepada WHO.

• Manfaat deksametason hanya ditemukan pada pasien yang menderita sakit Covid-19 parah dan tidak terjadi pada pasien dengan penyakit ringan.

• Berita positif itu muncul ketika infeksi virus Corona meningkat di beberapa tempat, termasuk Amerika Serikat dan ketika Beijing membatalkan sejumlah penerbangan untuk membantu mengatasi wabah baru di ibu kota China itu.

• Deksametason tidak hanya mengurangi respons inflamasi pada pasien, tetapi juga sistem kekebalan tubuh dan dapat memicu efek samping. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) sedang mendiskusikan penggunaannya untuk pasien Covid-19.

Vaksin dari Manapun Bakal Mujarab untuk Indonesia

“(Itu) sudah lama digunakan di rumah sakit Korea Selatan untuk mengobati pasien dengan peradangan yang berbeda,” ungkap Jeong Eun-kyeong, kata kepala KCDC.

Langkah WHO:

• Menantikan analisis data lengkap dari penelitian tersebut dalam beberapa hari mendatang.

• Memperbarui pedoman untuk merawat pasien yang terinfeksi Covid-19 yang ditujukan untuk dokter dan profesional medis lainnya.

• Berupaya menggunakan data terbaru untuk memberi tahu dokter tentang cara terbaik untuk mengatasi semua fase penyakit, dari pemeriksaan hingga dinyatakan pulih.

• Mengoordinasikan meta-analisis untuk meningkatkan pemahaman secara keseluruhan tentang intervensi deksametason.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar