Deklasifikasi Laporan Pembunuhan Jurnalis Khashoggi di Antara Hubungan AS dan Saudi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Foto: Evan Vucci / AP Photo

-

AA

+

Deklasifikasi Laporan Pembunuhan Jurnalis Khashoggi di Antara Hubungan AS dan Saudi

International | Jakarta

Sabtu, 27 Februari 2021 11:20 WIB


Amerika Serikat (AS) merilis laporan CIA dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang mengungkap peran pewaris tahta Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Laporan itu diyakini akan membebani hubungan kedua negara.

Apa yang penting:

Laporan rahasia dari CIA terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang disusun pada Oktober 2018 silam, dipublikasikan secara umum oleh AS pada Jumat, 26 Februari 2021. Sebelumnya Presiden Donald Trump telah menolak untuk menerbitkan laporan itu.

Dugaan dalam laporan:

  • Dilansir dari Deutsche Welle, CIA diyakini memiliki informasi valid yang menggambarkan Pangeran Mohammed bin Salman sebagai dalang pembunuhan.
  • Bin Salman sejauh ini menolak dikaitkan dengan pembunuhan tersebut. Pemerintah Saudi bersikeras, pembunuhan dan mutilasi terhadap Khashoggi dilakukan oleh oknum yang bertindak atas keinginan sendiri.

Langkah Biden:

  • Pada Kamis, 25 Februari 2021, Presiden Joe Biden menghubungi Raja Salman untuk melakukan pembicaraan pertama sejak dilantik lima pekan silam. Gedung Putih tidak merinci apakah kedua kepala negara membahas pembunuhan Khashoggi. Biden sendiri mengaku sudah membaca laporan tersebut pada satu hari sebelumnya.
  • Deklasifikasi laporan pembunuhan Khashoggi dilakukan ketika pemerintahan baru AS mengkaji ulang kebijakannya terhadap Arab Saudi. Biden berulang kali menegaskan akan kembali mengedepankan prinsip-prinsip HAM dalam ruang diplomasi.

Desakan bagi pemerintah AS:

  • Di dalam negeri, dia didesak untuk menjatuhkan sanksi atau menggalang upaya mengisolasi Mohammed bin Salman. Dikhawatirkan, pemerintahan baru AS akan kembali ke kebijakan lama dan hanya mengeluarkan kecaman terhadap pembunuhan Khashoggi, tanpa diiringi tindakan tegas.
  • Arab Saudi adalah salah satu sekutu AS paling penting di Timur Tengah, terutama dalam konflik dengan Iran.
  • Kasus Khashoggi menjaring dukungan lintas partai di Amerika Serikat. “Kami berharap Biden akan bersikap tegas dan mengatakan bahwa hal itu tidak bisa diterima,” ungkap seorang senator Partai Republik, John Cornyn, pada Selasa, 23 Februari 2021.
  • Adapun Senator Tim Kaine dari Partai Demokrat mengaku dirinya memahami jika pemerintah AS mempertimbangkan sanksi terhadap Saudi. “Ini adalah hari penghitungan, sesuatu yang sudah seharusnya sejak lama dilakukan,” timpalnya.
  • Ketika ditanya bagaimana laporan Khashoggi akan mempengaruhi kebijakan Biden terhadap Arab Saudi, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pihaknya masih memiliki banyak opsi lain.
  • “Ada area-area di mana kami akan menyuarakan kekhawatiran dan membuka peluang untuk meminta pertanggungjawaban,” kata dia. “Ada juga area lain di mana kami akan tetap bekerjasama dengan Arab Saudi, mengingat ancaman yang ada di kawasan.”

0 Komentar