Kekerasan Meningkat, Inggris Minta Semua Warganya Tinggalkan Myanmar

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kerusuhan di Myanmar. (FOTO: Antara)

-

AA

+

Kekerasan Meningkat, Inggris Minta Semua Warganya Tinggalkan Myanmar

International | Jakarta

Jumat, 12 Maret 2021 22:36 WIB


Inggris mengutuk kekerasan di Myanmar dan menyerukan agar demokrasi dipulihkan.

HALUAN.CO - Pemerintah Inggris mendesak kepada semua warganya untuk meninggalkan Myanmar, Jumat (12/3/2021). Bila mereka tidak bisa keluar dari negara itu, maka diminta untuk tetap tinggal di rumah.

Apa yang penting:

Desakan untuk meninggalkan Myanmar itu dikeluarkan setelah sehari sebelumnya, Kamis (11/3/2021), sebuah kelompok pembela hak asasi mengatakan pasukan keamanan menewaskan 12 pengunjuk rasa.

Permintaan bagi warga Inggris agar keluar dari Myanmar juga muncul ketika pengacara Suu Kyi mencemooh tuduhan baru terkait suap, yang dilayangkan terhadap kliennya itu.

Apa kata mereka:

"Kantor Luar Negeri, Persemakmuran & Pembangunan (FCDO) menyarankan para Warga Negara Inggris untuk meninggalkan negara itu dengan menggunakan alat transportasi komersial, kecuali ada kebutuhan mendesak untuk tinggal," kata Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan, seperti diberitakan Reuters yang dilansir Antara.

Konteks:

Kekerasan di Myanmar meningkat setelah militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi melalui kudeta pada 1 Februari.

Australia Putus Kerja Sama Pertahanan dengan Myanmar

Kutuk kekerasan di Myanmar:

Inggris sendiri mengutuk kekerasan di Myanmar dan menyerukan agar demokrasi dipulihkan.

Pada awal pekan ini, Inggris juga menyiratkan sedang menjajaki sanksi tambahan terhadap Myanmar.


0 Komentar