Siswa Madrasah di di Asia Selatan Masih Terima Hukuman Kekerasan Fisik di Ruang Kelas

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Foto: Andrees Latif / Reuters

-

AA

+

Siswa Madrasah di di Asia Selatan Masih Terima Hukuman Kekerasan Fisik di Ruang Kelas

International | Jakarta

Senin, 29 Maret 2021 10:44 WIB


HALUAN.CO - Terlepas dari upaya untuk kurangi pelecehan, siswa madrasah di berbagai negara di Asia Selatan masih terima hukuman berupa kekerasan fisik di ruang kelas. Kasus terakhir yang menimpa seorang siswa di kota pelabuhan tenggara Chittagong menjadi buktinya.

.Apa yang terjadi:

Dilansir dari Deutsche Welle Indonesia pada 25 Maret 2021, belum lama ini video seorang guru madrasah yang mencambuk seorang siswanya tanpa ampun pada hari ulang tahunnya menjadi viral di Bangladesh.

• Bocah delapan tahun itu dilaporkan mencoba pergi dari pondok pesantren, untuk menghabiskan waktu bersama ibunya yang tengah mengunjunginya hari itu dengan membawa hadiah ulang tahun.

• Insiden yang terjadi di kota pelabuhan tenggara Chittagong itu mendapat perhatian publik, hingga akhirnya sang guru tersebut ditangkap.

Apa yang penting:

Insiden yang menimpa seorang siswa di Bangladesh itu menjadi pengingat akan praktik biadab yang telah terjadi di sekolah Bangladesh selama beberapa dekade, bahkan memperpanjang catatan tentang kekerasan fisik terhadap siswa dalam ruang kelas di Asia Selatan.

Survei Biro Statistik Bangladesh (BBS) dan UNICEF:

Antara tahun 2012 dan 2013, ditemukan lebih dari 80% anak usia 1-14 tahun pernah mengalami "hukuman dengan kekerasan", sedangkan 74,4% mengalami agresi psikologis, 65,9% menerima hukuman fisik, dan 24,6% menyaksikan hukuman fisik yang berat.

• Survei juga mengungkapkan bahwa hanya 33,3% responden yang percaya bahwa hukuman fisik diperlukan untuk membesarkan anak. Responden yang tidak berpendidikan dan mereka yang tinggal di rumah tangga yang lebih miskin, lebih cenderung menganggap hukuman fisik sebagai metode yang diperlukan untuk mendisiplinkan anak.

Tanggapan Psikiater Anak:

Helal Uddin Ahmed yang merupakan psikiater anak di Institut Kesehatan Mental Nasional di Dhaka, berpendapat bahwa siswa madrasah menghadapi hukuman fisik lebih banyak daripada siswa sekolah biasa.

• “Apa yang saya pelajari dari pengalaman saya adalah bahwa sebagian besar siswa madrasah menghadapi hukuman fisik. Di sisi lain, siswa sekolah biasa menghadapi lebih banyak hukuman psikologis,” urai Ahmed kepada Deutsche Welle Indonesia.

• Para siswa yang menghadapi hukuman fisik dan psikologis di lembaga pendidikan seringkali menjadi tertekan dan ketakutan.


0 Komentar