Sepuluh Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Perancis Sejak 1950

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Foto: Anadolu Agency

-

AA

+

Sepuluh Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Perancis Sejak 1950

International | Jakarta

Rabu, 03 Maret 2021 10:07 WIB


Disinyalir ada sekitar 10.000 anak yang menjadi korban pelecehan di gereja di Perancis sejak tahun 1950. Fakta mengejutkan itu disampaikan oleh Kepala Komisi Investigasi Independen, Jean-Marc Sauve, pada Selasa, 2 Maret 2021.

Apa yang penting:

Jean-Marc Sauve yang menjadi bagian komisi penyelidikan pelecehan anak di dalam Gereja Katolik selama beberapa tahun. Dia menyebutkan bahwa jumlah terbaru yang didapati, jauh lebih besar dari yang dilaporkan pada Juni 2019, di mana saat itu hanya dilaporkan sebanyak 3.000 korban saja.

Temuan Sauve:

Perkiraan sebelumnya pada Juni tahun lalu dari 3.000 korban tentu saja terlalu rendah. Ada kemungkinan jumlahnya setidaknya 10.000.

Hotline yang disiapkan pada Juni 2019 bagi para korban dan saksi untuk melaporkan pelecehan, menerima 6.500 panggilan telepon dalam 17 bulan pertama beroperasi.



"Pertanyaan besar bagi kami adalah berapa banyak korban yang datang? Apakah 25 persen? 10 persen, 5 persen atau kurang?""

Jean-Marc Sauve

• Komisi penyelidik tersebut dibentuk pada November 2018 atas persetujuan Konferensi Waligereja Prancis, setelah skandal pelecehan anak yang besar dan berulang mengguncang Gereja Katolik di dalam dan luar negeri.

Tindakan tersebut memicu reaksi beragam dari asosiasi korban, yang memuji upaya untuk mendorong para penyintas untuk berbicara, tetapi mempertanyakan kesediaan dan kemampuan jaksa Prancis untuk mengajukan tuntutan.

“Pertanyaan besar bagi kami adalah berapa banyak korban yang datang? Apakah 25 persen? 10 persen, 5 persen atau kurang?” kata Sauve dikutip dari laporan AFP News.


0 Komentar