Hari Berdarah Lainnya di Myanmar ketika Deng Jia Xi Meregang Nyawa

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Foto: Dok. Instagram Drew Pavlou (@drewpavlou)

-

AA

+

Hari Berdarah Lainnya di Myanmar ketika Deng Jia Xi Meregang Nyawa

International | Jakarta

Kamis, 04 Maret 2021 10:42 WIB


Brutalitas aparat keamanan Myanmar saat mengamankan aksi protes kembali menelan korban. Kali ini seorang mahasiswa perempuan mesti meregang nyawa di tangan aparat keamanan Myanmar.

HALUAN.CO - Deng Jia Xi, seorang mahasiswa yang berusia 20 tahun tewas tertembak oleh aparat keamanan Myanmar saat mengikuti aksi protes, pada Rabu, 3 Maret 2021.

Apa yang penting:

Deng Jia Xi aktif melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan demi menuntut keadilan dan menentang kudeta militer di Myanmar.

Deng Jia Xi meninggalkan surat, yakni berisi permintaannya untuk mendonorkan organ tubuhnya apabila meninggal.

Saat ditemukan, Deng Jia Xi meninggal dengan memakai kaus putih yang bertuliskan “Everything Will Be OK.”

Kata-kata pada kaus Deng Jia Xi menjadi sebuah motto maupun simbol perlawanan masyarakat Myanmar pada junta.

Konteks:

Menurut data PBB yang dilansir dari laporan Sydney Morning Herald pada Kamis, 4 Maret 2021, hingga saat ini, terhitung 38 orang sudah terbunuh dalam gelombang demonstrasi pembangkangan sipil Myanmar terhadap kudeta yang dilakukan oleh junta.

Ratusan orang di berbagai kota juga telah ditahan aparat keamanan, termasuk para jurnalis.


0 Komentar