Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara, Hak Politiknya Dicabut

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Mantan Menpora Imam Nahrawi. (FOTO: Antara)

-

AA

+

Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara, Hak Politiknya Dicabut

Nasional | Jakarta

Senin, 29 Juni 2020 20:19 WIB


MANTAN Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi divonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Imam dianggap terbukti menerima suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,348 miliar dari sejumlah pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Mengapa ini penting: Putusan majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Imam divonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Konteks:

• Imam Nahrawi bersama bekas asisten pribadinya, Miftahul Ulum dinilai terbukti menerima uang seluruhnya berjumlah Rp11,5 miliar dari Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Johnny E Awuy.

• Suap itu diberikan Ending Fuad dan Johnny E Awuy untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora tahun kegiatan 2018.

Apa katanya: "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Rosmina, dilansir dari Antara, Senin (29/6/2020).

Membayar uang pengganti:

• Imam Nahrawi juga diwajibkan oleh majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar Rp18.154.203.882, yaitu sejumlah suap dan gratifikasi yang dinikmati Imam.

• Uang senilai tersebut dibayarkan kepada KPK selambat-lambatnya 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap jika dalam waktu yang ditentukan itu tidak dibayar,mak harta benda terpidana disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

Pengamat Menilai Prabowo Paling Aman dari Reshuffle Kabinet

"Dalam hal terpidana tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, terdakwa dipidana penjara selama 2 tahun," ujar hakim Rosmina.

Hak politik dicabut: Majelis hakim juga memutuskan mencabut hak politik Imam selama 4 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya.

"Menolak permohonan justice collaborator yang diajukan oleh terdakwa," tegas hakim Rosmina.


0 Komentar