Mensos Usul Harga Rokok Rp100 Ribu Per Bungkus

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Mensos Juliari Batubara. (FOTO: Antara).

-

AA

+

Mensos Usul Harga Rokok Rp100 Ribu Per Bungkus

Nasional | Jakarta

Senin, 20 Juli 2020 18:19 WIB


Kalau harganya naik, negara akan mendapat cukai yang tinggi dari pajak rokok.

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Sosial, Juliari Batubara mengusulkan agar harga rokok per bungkusnya naik menjadi Rp100 ribu.

Apa yang penting: Menurut Juliari, rokok masih diperjualbelikan secara bebas dan terbuka sehingga terlalu mudah untuk diakses oleh anak-anak.

Konteks: Usulan Juliari ini berkaitan dengan masih banyaknya anak di bawah umur yang merokok. Hal itu disampaikan oleh Juliari saat webinar Hari Anak Nasional 2020, dilansir Suara.com, pada Senin (20/7/2020).

Apa katanya: "Anak-anak ini simpel, mereka ingin terlihat tua, terlihat cool, keren, jadinya merokok. Selain itu, meskipun saya bagian pemerintah, akses terhadap rokok ini harus dibatasi. Bahkan di Indonesia menjual rokok secara ketengan (satuan) masih bisa," kata Juliari.

Menambah pendapatan negara:

• Kalau harganya naik, negara akan mendapat cukai yang tinggi dari pajak rokok. Namun yang paling penting bukan pemasukan negara yang naik, melainkan menghindarkan anak-anak dari rokok.

• Selain merusak kesehatan, rokok juga disebut jadi 'pintu masuk' anak-anak untuk mencoba narkoba, seperti ganja dan sabu-sabu.

Berpotensi diprotes petani: Juliari mengakui, jika usulannya akan berdampak negatif bagi para petani dalam negeri, khususnya bahan baku rokok. Hanya saja, sejauh ini bahan baku rokok lebih banyak impor.

Aksi Prabowo Batalkan Kontrak Rp50 Triliun di Kemhan Disebut Heroik

"Jadi harus mendesak pemerintah supaya harga rokok dan cukai dinaikkan. Ini bukan untuk meningkatkan APBN saja, itu jangka pendek. Jangka panjangnya anak kita terlindungi dari rokok," jelasnya.

Penulis: Sutrisno Zulkifli


0 Komentar