Lulusan Sarjana di Malang Jadi Kurir Narkoba Tanpa Tarif

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Terduga pelaku kurir narkoba tanpa tarif. (FOTO: Kumparan).

-

AA

+

Lulusan Sarjana di Malang Jadi Kurir Narkoba Tanpa Tarif

Regional | Jakarta

Sabtu, 25 Juli 2020 11:55 WIB


Endro Suryanto membagi-bagikan ganja dan sabu di wilayah Kota Malang dan Malang utara.

JAKARTA, HALUAN.CO - Seorang lulusan sarjana informatika, Endro Suryanto, menjadi kurir narkoba jenis ganja dan sabu tanpa tarif di wilayah Kota Malang dan Malang Utara, Jawa Timur. Sebagai imbalannya, ia diperkenankan mencicipi barang haram tersebut.

Apa yang penting: Uniknya, Endro tidak pernah tahu kepada siapa saja narkoba itu diberikan. Ia mengaku menyimpan narkoba di mana saja diperintahkan.

Konteks: Endro mengedarkan narkoba atas perintah pelaku berinisial W yang sampai kini masih buron.

Kronologi Endro tertangkap:

• Pada 16 Juli 2020, polisi mendapat informasi bahwa akan ada proses transaksi di daerah Mangliawan.

• Kemudian anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan di rumah istri siri pelaku di daerah Pakis. Hasilnya, ditemukan ganja 80 gram dan sabu sebanyak 18,22 gram.

• Selanjutnya dilakukan pengembangan di rumah orang tua pelaku di Blimbing dan ditemukan 700 gram lebih dan sabu 115 gram. Jadi, total sabu 128 gram dan ganja 817 gram.

Ancaman penjara: pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkoba dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Diduga Terlibat Perdagangan Narkoba, Nenek 61 Tahun Ditangkap Polisi

Apa katanya:

• "Tidak dibayar. Hanya boleh pakai sepuasku. Barang (narkoba) punya W yang saya terima sudah pecahan," kata Endro di Mako Polres Malang.

• "Pelaku ini perannya menyebarkan pada orang lain sesuai perintah pelaku W dengan sistem ranjau atau ditanam. Dan dia dapat privillage untuk bisa memakai barang tersebut sesukanya," kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dilansir dari kumparan, (24/7/2020).

• "Ada kemungkinan ini ada jaringan lapas, tapi kita mohon waktu untuk bekerja di lapangan untuk memastikan apakah W ini jaringan lapas atau bukan," tambahnya.

Penulis: Nurul Charismawaty


0 Komentar