Tipu Daya ala Platini Saat Mengatur Undian Piala Dunia 1998

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Michel Platini. (Reuters/Leonhard Foeger).

-

AA

+

Tipu Daya ala Platini Saat Mengatur Undian Piala Dunia 1998

Sport | Jakarta

Minggu, 09 Agustus 2020 18:55 WIB


Kelihaian Michel Platini dalam menggocek bola tak hanya ditunjukkan di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan.

JAKARTA, HALUAN.CO - Michel Platini adalah legenda sepak bola Prancis yang sempat membuat geger akibat pernyataannya yang secara gamblang mengakui adanya pengaturan undian di Piala Dunia 1998.

Apa yang penting:

• Platini merupakan sosok sentral sebagai pemain ketika menjadi kapten Prancis saat menjuarai Piala Eropa edisi 1984.

• Empat belas tahun kemudian, di Piala Dunia 1998, Platini kembali menjadi sosok sentral dengan jabatan presiden komite penyelenggara.

Konteks: Jika pada Piala Eropa 1984 Platini berperan besar atas keberhasilan Prancis di lapangan, pada Piala Dunia 1998 dia melakukannya dengan cara mengatur undian sedemikian rupa untuk memberi keuntungan maksimal bagi 'Tim Ayam Jantan'.

Mengatur undian:

• Platini terlibat dalam mengatur undian agar Prancis tidak bertemu dengan Brasil sampai di partai puncak.

• Brasil yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan ditempatkan di Grup A, sementara Prancis sengaja diletakkan di Grup C.

• Dengan demikian, seandainya Prancis dan Brasil sama-sama keluar sebagai juara grup, mereka tidak akan bersua sampai final.

• Skenario tersebut berjalan lancar sampai akhirnya Prancis berhasil menang 3-0 atas Brasil pada laga final Piala Dunia 1998 sehingga keluar menjadi juara.

Apa katanya: "Memang ada kecurangan yang kami lakukan. Kami sudah menghabiskan enam tahun mempersiapkan penyelenggaraan Piala Dunia dan kami melakukan sedikit kenakalan. Memangnya kalian pikir tuan rumah lain tidak begitu?" kata Platini seperti dilansir Kumparan, Rabu (5/8/2020).

Bukan hal baru:

• Di Piala Dunia 1966 dan Piala Eropa 1996, ketika Inggris menjadi tuan rumah, Inggris mengatur sedemikian rupa agar mereka selalu memainkan laganya di Wembley.

• Hasilnya, pada Piala Dunia 1966 The Three Lions menjadi juara dan pada Piala Eropa 1996 mereka menjadi semifinalis.

Dua Blunder Fatal Antar Varane Jadi Pemain Terburuk dalam Sejarah Madrid

Dihukum:

• Saat menjabat sebagai Presiden UEFA sejak 2007 hingga mundur pada 2016, Platini dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dalam kampanye pemenangan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA.

• Pria 62 tahun ini pun kemudian divonis larangan berkecimpung di dunia sepak bola selama empat tahun dan berakhir pada Oktober 2019.

• Pada 2019, ia juga ditangkap Kepolisian Prancis terkait dugaan korupsi terpilihnya Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Penulis: Rizal


0 Komentar