Aksi Remaja di Singapura Sebarkan Virus Korona dan Berujung Pidana

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Tangkapan layar aksi viral seorang remaja Singapura bernama, Nigel Pang (18) di supermarket. (FOTO: Instagram).

-

AA

+

Aksi Remaja di Singapura Sebarkan Virus Korona dan Berujung Pidana

Viral | Jakarta

Minggu, 19 Juli 2020 13:32 WIB


Nigel Pang sengaja mengambil 2 botol jus dari rak supermarket dan meminumnya untuk menyebarkan virus.

JAKARTA, HALUAN.CO - Aksi viral seorang remaja Singapura bernama Nigel Pang (18) di supermarket berujung pidana dan denda karena terbukti bersalah mengganggu ketertiban umum dan menyebarkan virus Korona.

Kasus: Awal Februari 2020 saat wabah Covid-19 mulai menyebar ke seluruh dunia beredar postingan di media sosial dengan judul ‘Bagaimana menyebarkan virus Wuhan.’

Kronologi:

• Nigel Pang sengaja mengambil 2 botol jus dari rak supermarket.

• Nigel kemudian meminumnya yang berarti menyebarkan droplet.

• Kejadian itu direkam oleh temannya, Quek Xuan Zhi (17).

• Dia kemudian memposting di media sosial Instagram melalui Instastory dengan judul ‘Bagaimana menyebarkan virus Wuhan’.

• Jus yang sudah diminumnya itu terlihat di video yang beredar seperti dikembalikan ke rak.

• Seorang perempuan berusia 21 tahun yang menemukan video itu memberi tahu polisi pada 8 Februari 2020.

• Polisi menilai tindakan itu meresahkan. Kedua remaja di Singapura itu akhirnya mengaku bersalah.

Keterangan JPU: Wakil Jaksa Penuntut Umum Timotheus Koh mengatakan, Pang kemudian membayar dua botol jus yang diminumnya. Pang disebutnya tahu bahwa Quek akan menuliskan judul video ‘Bagaimana menyebarkan virus Wuhan’ dan mengunggah di Instagram.

“Pang menyuruh Quek untuk merekam. Dan Pang telah membayar botol jus buah, tetapi Quek malah memposting aksi tersebut di Instastory berikutnya,” ungkap Koh, dilansir AsiaOne, Sabtu (18/7/2020).

Studi: Hydroxychloroquine Tak Efektif Obati Korona Gejala Ringan

Hukuman:

• Karena masih remaja, para pelanggar dimasukkan dahulu ke dalam rehabilitasi.

• Wakil Kepala Sekolah Distrik Hakim Seah Chi-Ling mengatakan mereka kini dalam hukuman masa percobaan.

• Para remaja yang akhirnya keluar tahanan dengan jaminan masing-masing SGD 3 ribu akan divonis pada 27 Agustus 2020.

• Pelaku terancam dipenjara hingga tiga bulan dan denda hingga SGD 2 ribu.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar