Akhirnya, Mahathir Bersedia Mundur dari PM Malaysia, Anwar Ibrahim Siap-siap!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. (Foto: Asianaffairs.in)

MALAYSIA, HALUAN.CO - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri dari posisi PM. Namun, hal itu jika diminta dan diputuskan bersama oleh Dewan Presiden Pakatan Harapan (PH), yang sudah mengusungnya.

"Saya pikir ini akan diputuskan oleh empat pihak (PH) bersama. Apakah mereka ingin saya pergi atau tidak. Jika mereka ingin saya mundur sekarang, saya akan mundur," kata Mahathir dikutip Sinar Harian, Selasa (14/1/2020).

Wow, Negara Islam Bakal Ganti Dolar dengan Emas, Indonesia?

Pemimpin bersusia 94 tahun ini menjelaskan, pernyataannya itu disampaikan sebagai tanggapan atas desakan oleh beberapa anggota parlemen PKR yang ingin dia mengundurkan diri sebagai perdana menteri untuk Presiden PKR Anwar Ibrahim pada Mei tahun ini.

Mahathir mengatakan, masa pengunduran dirinya diusulkan agar Anwar punya cukup waktu untuk melakukan perubahan setelah menjadi PM.

Sebelumnya, Dr Mahathir mengatakan dia akan menghormati janjinya untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasannya pada Anwar Ibrahim setelah Malaysia menjadi tuan rumah KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan untuk November.

Dalam sebuah wawancara dengan media Malaysia September lalu, Mahathir telah berjanji untuk mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri sebelum Pemilihan Umum ke-15.

"Saya bekerja 18 jam sehari karena saya tidak punya banyak waktu. Saya berjanji akan mundur sebelum pemilihan umum berikutnya dan memberikan jalan kepada kandidat lain. Jadi, saya mungkin punya tiga tahun lagi," paparnya.

"Dalam tiga tahun itu, saya harus menyelesaikan sesuatu,” katanya dikutip dari Berita Harian.

Mandat pemerintah Pakatan Harapan (PH) untuk memenangkan Pemilihan Umum ke-14 pada 9 Mei tahun lalu akan berlanjut hingga 2023, dengan Pemilihan Umum ke-15 diadakan pada atau sebelum itu.

Mahathir sebelumnya menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri setelah dua tahun menjabat.

Perjanjian bersama antara para pemimpin partai komponen PH juga telah menyatakan bahwa Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU) akan mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkan kepada Presiden PKR, Anwar Ibrahim, pada tanggal yang tidak diketahui.

Pada Juni, dalam sebuah wawancara dengan koresponden CNBC Tanvir Gill di Bangkok, Thailand, Mahathir menegaskan kembali pendiriannya bahwa ia akan mengundurkan diri dan menyerahkan posisinya ke Anwar dalam waktu tiga tahun.


0 Komentar