Bantu UMKM, Kemenkop Resmi Luncurkan Program Belanja di Warung Tetangga
Ilustrasi Warung dengan aplikasi Youtap. (Foto: SWA)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Koperasi dan UKM resmi menginisiasi sekaligus meluncurkan program belanja di warung tetangga.

Kemenkop bekerja sama dengan Bulog dan 9 klaster pangan BUMN meliputi RNI, Berdikari, Perindo, Perinus, PT. Garam, BGR, PPI, SHS, dan Petani dalam program tersebut sebagai warehouse untuk warung UMKM atau koperasi.

Mengapa ini penting: Program ini sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat terhadap produk UMKM, sekaligus mempermudah memasok kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Konteks:

  • Selama pandemi COVID-19, pemerintah telah mengimbau masyarakat agar bekerja dari rumah atau work from home.
  • Banyak pasar dan mall yang tutup selama COVID-19.
  • Presiden Jokowi sudah menyetujui memberikan stimulus Rp2 triliun kepada UMKM.

Pelaksanaannya:

  • Tahap awal, program ini akan dilaksanakan di area Jabodetabek dengan uji coba pada dua pekan pertama April 2020 di 3 warung (1 Depok, 2 Warpin Cilandak) berlanjut 5 warung (2 SRC Cilandak, 1 Hara Pangan Kebayoran, 1 Hara Pangan Mampang, 1 Pondok Kelapa).
  • Komoditas yang tersedia pada tahap awal meliputi, beras, telor, minyak, gula, sarden, kurma dan tepung.

"Kami berkolaborasi dengan BUMN untuk distribusi bahan pangan masyarakat dan kebutuhan bahan baku UMK melalui platform online,” kata Menkop dan UKM Teten Masduki.

Teten Siapkan Delapan Jurus Selamatkan UMKM dari Dampak Corona, Apa Saja?

Tujuannya:

  • Stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat.
  • Upaya memperkuat ekonomi pelaku UMKM khususnya warung.
  • Menghubungkan warung tradisional dengan online platform.
  • Mengurangi mobilitas fisik di warung, karena pemesanan dan pengantaran via jasa daring.
  • Diharapkan stok bahan pokok tetap tersedia dan dekat dengan masyarakat.
  • Warung-warung di tingkat RT, di tingkat lingkungan, diharapkan dapat suplai barang dagangan sehingga masih tetap bisa berjualan.

Bagaimana selanjutnya: Target program ini akan mengakomodasi warung yang terdaftar mencapai 30.000 warung dengan harga wajar.


0 Komentar