Berdayakan KUMKM dan Ojol, Kemenkop Gulirkan Gerakan ASN Beli Sembako

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Beras di Kemenkop yang akan diberikan kepada ASN. (Foto: Dok. Kemenkop)

-

AA

+

Berdayakan KUMKM dan Ojol, Kemenkop Gulirkan Gerakan ASN Beli Sembako

Ekonomi | Jakarta

Jumat, 10 April 2020 12:14 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO – Kementerian Koperasi dan UKM menggulirkan program membeli produk sembako dari koperasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Gerakan ini untuk mendukung pemberdayaan koperasi dan UMKM di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). 

Mengapa ini penting:

  • Sekarang ini banyak koperasi, salah satunya yang bergerak dibidang komoditas beras, mengalami kelebihan pasokan, di tengah wabah COVID-19.
  • Program ini diharapkan semua ASN dari Kementerian/Lembaga lainnya bahkan pegawai BUMN dapat berpartisipasi dalam penyerapan produk-produk KUKM.
  • ASN diharapkan menjadi "brand ambassador" dari produk KUKM di Indonesia.
  • Program ini menyiasati pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Provinsi DKI Jakarta.
  • Langkah-langkah strategis ini untuk tetap menjaga distribusi sembako sekaligus memberdayakan transportasi ojek online (Ojol).

“Kami ingin mendorong ASN di Kementerian Koperasi dan UKM sebagai perintis dalam menyerap produk-produk yang dihasilkan oleh koperasi sekaligus membantu koperasi dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan,” kata Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop Victoria Simanungkalit.

Konteks:

  • Arahan Presiden pada 11 November dan 9 Desember 2019 tentang Pemberdayaan UMKM, menekankan pada tiga poin: pertama Kementerian/Lembaga dapat memprioritaskan pembelian produk-produk KUMKM dalam belanja barang, kedua mendorong BUMN untuk berperan aktif dalam pemberdayaan KUMKM, ketiga Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar menyiapkan produk KUMKM untuk masuk kedalam e-catalog.
  • Di tengah pandemo COVID-19, banyak KUMKM terancam gulung tikar. Contoh, jumlah UMKM se-Kota Tangerang sebanyak 13.368, telah terdata sekitar 500 sampai 600 UMKM terancam bangkrut.
  • PT Pertamina (Persero) melalui program kemitraan telah menyalurkan bantuan pemodalan sebesar Rp33,7 miliar kepada 402 UMKM di 13 provinsi.
  • Presiden Jokowi akan memberi stimulus ekonomi hingga Rp2 triliun kepada sekitar 54 juta pelaku UMKM.

Pilot project: Tahap I program ini difokuskan pada komoditas beras dan ditetapkan dropping point di Gedung Kemenkop serta daerah Lenteng Agung.

Cara ambil barang:

  • Pegawai/ASN dapat mengambil barang yang dibeli di dropping point yang telah ditentukan atau bisa dikirim ke rumah masing-masing dengan memanfaatkan jasa ojek online.
  • Masing-masing dropping point ada penanggung jawab yang bertugas untuk mengakomodasi pemesanan dan penerimaan pembayaran dari pegawai (konsumen) di klusternya masing-masing.
  • Penaggungjawab mengakomodasi pengiriman barang menggunakan Ojol ke rumah masing-masing pegawai.
  • Pada gelombang I yang dibuka pada pada Selasa dan ditutup Rabu (8/4/2020) telah berhasil melakukan pemesanan beras premium sebanyak 2,9 ton yang pemesannya berasal dari pegawai di lingkungan Kemenkop, Kementerian Desa dan PDT, Kemendagri, dan Bappenas.
Saran Sandi ke Pelaku UMKM: Kencangkan Ikat Pinggang!

Asal beras:

  • Beras premium diambil dari Koperasi Tani Mulus di Kabupaten Indramayu yang selama ini menjadi binaan Kementerian Koperasi dan UKM dengan harga Rp11.000/kg yang terdiri dari tiga jenis kemasan yaitu 5 kg, 10 kg, dan 20 kg.
  • Koperasi Tani Mulus harap program ini bisa melibatkan lebih banyak stakeholder baik dari sisi KUKM sebagai supplier dan ASN/Karyawan/Masyarakat sebagai buyer, serta tidak hanya komoditas beras namun kebutuhan sembako lainnya.

0 Komentar