Dilarang Bawa Penumpang Selama PSBB, Ojol Keluarkan Tritura

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi Setneg membagikan nasi bungkus kepada para pengemudi ojek online. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Dilarang Bawa Penumpang Selama PSBB, Ojol Keluarkan Tritura

Megapolitan | Jakarta

Sabtu, 11 April 2020 09:05 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diterapkan di DKI Jakarta sejak Jumat (10/4/2020) kemarin, berimbas pendapatan ekonomi para pekerja ojek online (Ojol). Karena itu, asosiasi Ojol yakni Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menyuarakan niatnya dengan memprotes terkait realisasi PSBB melalui Tritura Ojol.

Mengapa ini penting: Ojol merasa dirugikan dengan hilangnya fitur angkut penumpang dari layanan Gojek dan Grab, saat pemberlakuan PSBB di Jakarta.

"Kami mendukung dan siap patuhi PSBB di DKI Jakarta, Jabodetabek dan Nasional namun jangan hilangkan penghasilan kami dari layanan penumpang ojek online, kami akan patuhi protokol kesehatan," kata Ketua Garda, Igun Wicaksono.

Konteks:

  • Pergub Nomor 33 Tahun 2020 yang melarang Ojol beroperasi mengangkut penumpang, hanya boleh mangangkut barang.
  • Sebelum PSBB diterapkan, aliansi Ojol sudah mengajukan permintaan kepada pemerintah dan aplikator untuk meringankan beban ekonomi mereka, namun tak dikabulkan.
  • Masyarakat yang tak patuh PSBB di DKI Jakarta terancam 1 tahun bui dan/atau denda hingga Rp100 juta. Ini termasuk bagi pengemudi kendaraan bermotor.
Hari Pertama PSBB, Masih Ada Warga yang Belum Taati dan Berkerumun

Tritura Ojol:

  • Evaluasi kembali kebijakan Ojol dilarang membawa penumpang. Menuntut kepada pembuat kebijakan agar mengijinkan ojol dapat membawa penumpang.
  • Berikan ojol kompensasi berupa bantuan uang tunai, bukan hanya berupa sembako, agar ekonomi rakyat tetap berjalan.
  • Untuk perusahaan aplikator agar turunkan potongan menjadi 10 persen atau untuk sementara di masa pandemi COVID-19, hilangkan potongan pendapatan ojol.

0 Komentar