Imbas COVID-19, Menkeu: Skenario Terberat, Pengangguran Akan Bertambah 5,2 Juta Orang

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers melalui konferensi video. (Foto: Biro Pers Setpres).

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, dalam proyeksi terberat, jumlah orang miskin baru dan pengangguran di Indonesia akan bertambah. Hal tersebut dampak dari virus Corona (COVID-19) yang masih berlangsung.

Mengapa ini penting: Imbas dari COVID-19, banyak perusahan yang merumahkan serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawannya. Dan, tak menutup kemungkin banyak juga usaha-usaha yang terancam gulung tikar.

Konteks:

  • Data Kemenaker, hingga 9 April 2020, banyak pekerja yang dirumahkan dan di-PHK. Pekerja formal dirumahkan sebanyak 1.080.765, yang di-PHK 160.067 pekerja. Totalnya mencapai 1.240.832 pekerja.
  • Pekerja sektor informal yang terdampak COVID-19 sebanyak 265.881 pekerja. Sehingga secara keseluruhan total pekerja yang terdampak COVID-19 sebanyak 1.506.713 pekerja.
  • Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka di Indonesia naik 50.000 orang di Agustus 2019. Sehingga total orang yang menganggur menjadi 7,05 juta orang per Agustus 2019.

Apa katanya: "Angka kemiskinan kita mungkin akan meningkat dalam skenario berat bisa naik menjadi, tambahan 1,1 juta orang atau dalam skenario lebih berat kita akan menghadapi kemungkinan tambahan kemiskinan 3,78 juta orang," kata Sri Mulyani dilansir dari laman resmi Setkab.go.id, Rabu (15/4/2020).

Hitung-hitungan Menkeu:

  • Angka pengangguran yang selama ini sudah menurun, kemungkinan akan mengalami kenaikan.
  • Orang miskin baru bisa bertambah hingga 3,78 juta orang jika mengikuti proyeksi terburuk. Masih berdasarkan proyeksi terburuk, pengangguran di Indonesia kemungkinan naik 2,9 juta orang, skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta.
Luhut Akui Gelombang PHK Terjadi di Indonesia Imbas Corona

Solusi:

  • Upaya dilakukan pemerintah di antaranya penyaluran Kartu Prakerja hingga memberikan bantuan sosial serta keringanan kredit yang akan meringankan beban hidup masyarakat.
  • Dalam situasi extraordinary sekarang ini, dikeluarkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 untuk address issue di dalam dua pilar, keuangan negara dan sektor keuangan. Kenapa keuangan negara? karena seluruh tekanan baik di kesehatan, sosial, dunia usaha, semua akan bermuara ke keuangan negara.
  • Belanja negara akan diutamakan untuk sektor kesehatan, bantuan sosial, hingga insentif untuk dunia usaha.
  • Penggunaan instrumen APBN akan difokuskan untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dukungan kepada dunia usaha, baik UMKM, hingga dunia usaha.

0 Komentar