Jenderal Idham Diminta Tegas pada Jajarannya yang Bandel Kumpulkan Massa

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto: Beritagar)

-

AA

+

Jenderal Idham Diminta Tegas pada Jajarannya yang Bandel Kumpulkan Massa

News | Jakarta

Senin, 23 Maret 2020 11:42 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengapresiasi Kapolri Jenderal Idham Azis yang sudah mengeluarkan maklumat agar jajarannya tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa, seperti yang diimbau Presiden Jokowi agar penyebaran virus corona (Covid-19) tidak meluas. 

Menurut dia, Kapolri harus berani menindak tegas dan mencopot bawahannya yang bandel jika tetap melakukan kegiatan bersifat pengumpulan massa.

"Dari pendataan IPW ada dua kegiatan yang bersifat pengumpulan massa yang dilakukan pejabat Polri pasca imbauan Presiden. Pertama, Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan bagi bagi masker di Tanah Abang. Kedua, Kapolda Sulut melakukan kegiatan sepeda di Manado," kata Neta dalam keterangannya, Senin (23/3/2020).

Neta menjelaskan, IPW sekarang ini menunggu sanksi apa yang akan diberikan Kapolri kepada kedua pejabat kepolisian tersebut.

Karena, keduanya adalah figur penting, yang satu dekat dengan keluarga penguasa dan yang satu lagi adalah seniornya Kapolri.

"Pertanyaannya, beranikah Kapolri bertindak tegas pada mereka?" tantang Neta.

Bagi Neta, seharusnya, setelah ada imbauan Presiden Jokowi yang ditindaklanjuti oleh maklumat Kapolri, semua pihak, terutama jajaran polisi mampu menahan diri untuk melakukan pencitraan yang mengumpulkan massa agar virus Corona tidak makin menyebar.

Selain itu, dengan adanya maklumat Kapolri, jajaran kepolisian mulai dari Polsek, Polres, Polda dan Mabes Polri, aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa.

"Bagi masyarakat yang tetap nekat keluyuran ke kawasan kawasan terpapar virus Corona, polisi harus mampu mencegah dan mengingatkannya. Memang sejauh ini tidak ada perangkat hukum yang bisa menghukum masyarakat yang bandel tsb dan tidak perlu juga dibuat aturan hukumnya," tuturnya.

IPW: Mabes Polri Harus Segera Copot Kapolda Sultra

Ditegaskan Neta, jajaran kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, harus terus menerus mengingatkan agar anggota masyarakat mengikuti imbauan Presiden maupun maklumat Kapolri.

Menurut Neta, jika jajaran kepolisian saja tidak patuh, seperti Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kapolda Sulut, bagaimana masyarakat mau patuh dengan maklumat Kapolri.

"Untuk itu Kapolri harus segera melakukan terapi kejut segera mencopot anak buahnya yang bandel, yang tidak patuh pada imbauan Presiden maupun Maklumat Kapolri," tukasnya.


0 Komentar