Kangmas Jokowi Diminta Hentikan DPR Bahas Omnibus Law

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law. (Foto: Haluan/Jimmy)

-

AA

+

Kangmas Jokowi Diminta Hentikan DPR Bahas Omnibus Law

Nasional | Jakarta

Jumat, 03 April 2020 23:29 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan para anggota DPR RI untuk tidak membuat marah masyarakat.

Hal itu disampaikan Arief menyusul keputusan DPR yang menyetujui pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dalam Rapat Paripurna, Kamis (2/4/2020) kemarin.

Mengapa Ini Penting: Masyarakat saat ini sedang fokus menghadapi persoalan yang berat itu mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Namun, DPR terkesan memaksakan kehendak.

Konteks:

  • DPR 'nyolong' kesempatan menyetujui pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, di tengah corona.
  • RUU Omnibus Law Cipta Kerja belum urgent untuk dibahas sekarang, harusnya dikesampingkan terlebih dahulu.

Apa katanya: "Sadarlah kalian para anggota DPR RI yang terhormat, negara lagi dalam keadaan darurat. Kita tidak tahu sampai kapan COVID-19 berlalu. Tolong Kangmas Joko Widodo konsisten dengan PSBB dan perintah kerja di rumah. Terkait COVID-19, untuk meminta DPR RI menunda dan bila perlu membatalkan Omnibus Law yang sudah tidak relevan lagi pasca kehancuran ekonomi di era Kangmas akibat COVID-19," kata Arief.

Omnibus Law: RUU Ciptaker 'Rasa' Corona

Suara Buruh: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengancam akan mengerahkan sekitar 50 ribu buruh se-Jabodetabek untuk demonstrasi, jika DPR 'ngotot' melanjutkan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, meski saat ini dilarang mengumpulkan orang banyak.

Kelompok yang mendukung:

  • Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru mendukung segera pengesahan RUU Ciptaker. Menurut Ketua Umum Kadin Roeslan P. Roeslani, RUU Ciptaker termasuk yang ditunggu-tunggu dunia usaha di tengah merebaknya wabah corona di Indonesia. "Omnibus Law ditunggu investor dalam negeri dan asing di tengah ketidakpastian corona," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

0 Komentar