Kata Teten, Negara Akan Dianggap Tertinggal Jika Cangkul Saja Diimpor
Ilustrasi Cangkul. (Foto: Netz)

JAKARTA, HALUAN.CO — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Jokowi untuk mencari solusi terkait persoalan impor cangkul. Karena, isu impor cangkul ini sudah menyita perhatian Presiden.

"Secara politik kemarin begitu muncul cangkul itu di dashboard presiden negatif sekali. Jadi saya bisa pahami kenapa pak presiden bisa mengangkat isu cangkul ini, sehingga minta saya untuk mengusut,” kata Teten dalam keterangannya, Jumat (13/12/2019).

Menurut Teten, kalau dari segi logika ekonomi, mungkin mengimpor cangkul tidak masalah, dengan alasan lebih efisien ketimbang bikin sendiri. Namun, dari segi simbol, dimana saat ini Indonesia sudah masuk era revolusi industri 4.0, itu menjadi pertanyaan besar. "Cangkul saja kita belum bikin,” sesal Teten.

Secara prinsip, tegas Teten, dirinya tidak setuju adanya kebijakan impor cangkul. Karena, kebijakan impor sebagai simbol ketertinggalan.

Oleh karena itu, Ia meminta untuk dilakukan pemetaan kebutuhan cangkul baik dari swasta, maupun pemerintah termasuk melakukan pemetaan terhadap kemampuan produksi.

"Ini kan industri 4.0 ketika dari pertanian berubah ke perdagangan dan indutri itu kan alat-alat pertanian yang harus kita bikin sendiri. Nah ini simbol ketertinggalan,” tukasnya.