KPU Diingatkan Jangan Lagi Sibuk 'Koar-koar' Anti Suap, di Internal Luput!
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (Foto: Riaumandiri)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ditetapkannya Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024, menjadi salah satu bukti bahwa integritas para komisioner dan staf di KPU memang patut dipertanyakan.

Direktur Komite Pemantauan Legislatif (Kopel) Indonesia Anwar Razak mengatakan, selama ini KPU kerap mengkampanyekan penanaman nilai-nilai integritas dalam pemilu dan Pilkada untuk menjaga kemurnian demokrasi. Hal itu dalam rangka melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki integritas, bersih dan bebas dari niat untuk korup karena jabatan.

"Faktanya komisionernya sendiri yang melecehkan nilai-nilai integritasnya," kata Anwar di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Menurut Anwar, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi Komisioner KPU lainnya. Karena, ternyata lembaga KPU sendiri masih rapuh dalam menjaga integritas para anggotanya.

Sehingga, lanjut Anwar, penanaman nilai integritas dan penegakan kode etik pada seluruh komisioner serta staf harus lebih ditekankan lagi.

Anwar meminta agar internal KPU untuk segera melakukan evaluasi diri dan membangun kembali citra baik dan marwah penyelenggara pemilu.

Jadi Tersangka, Wahyu Setiawan Diduga Terima Uang Rp600 Juta

"Ke depan KPU akan menghadapi Pilkada serentak pada sejumlah di Indonesia. Tentu kita butuh KPU yang benar-benar punya integritas tidak gampang dimainkan apalagi disuap. Kepercayaan publik harus cepat dibangun kembali," ingatnya.

Selain itu, lanjut dia, kasus Wahyu Setiawan ini memang sangat mencederai institusi KPU dan mencederai demokrasi.

"Penting bagi Komisioner KPU untuk segera menegakkan kode etik dengan menelusuri siapa siapa saja yang terlibat secara langsung dan tidak langsung terhadap kasus suap yang melibatkan WS agar benar-benar institusi ini bersih dari orang-orang yang punya niat untuk korup," tukasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terplih 2019-2020. Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

Wahyu Setiawan Dinonaktifkan Setelah Berstatus Terdakwa

"KPK menetapkan 4 orang tersangka, mereka adalah WSE (Wahyu Setiawan) Komisioner Komisi Pemilihan Umum, ATF (Agustiani Tio Fridelina) Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, orang kepercayaan WSE. Sebagai Pemberi, HAR (Harun Masiku), dan SAE (Saeful) sebagai swasta," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di kantornya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam.