Menko Luhut Harusnya Tak Perlu Ancam Said Didu, Cukup Lakukan Ini
Luhut Binsar Pandjaitan bersama Presiden Jokowi. (Foto: Tribunnews)

JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Habiburokhman menyayangkan, sikap Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengancam akan mempolisikan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, karena sudah mengkritik dengan pedas.

Mengapa ini penting:

  • Sebagai pejabat publik, harusnya siap menerima kritikan dari masyarakat, bukan malah sebaliknya. Karena, pejabat publik adalah pelayan masyarakat.
  • Jalannya pemerintah harus dikontrol, karena menggunakan uang rakyat.

Konteks:

  • Said Didu menyebutkan bahwa yang ada di kepala Menko Luhut hanya uang, uang dan uang. Padahal, masyarakat lagi fokus untuk penanganan virus corona.
  • Luhut, lewat Jubirnya Jodi Mahardi, mengultimatum Said Didu 2X24 untuk meminta maaf. Jika tidak, pihak Luhut akan mempolisikan Said Didu.
  • Ekonom senior Faisal Basri juga menyebut Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19.

Apa sarannya:

  • Habiburokhman mengatakan, dirinya paling marah bila ada pejabat publik pidanakan pengkritiknya.
  • Luhut tak perlu pidanakan Said Didu, cukup dibantah atau klarifikasi secara jelas.
  • Sebagai pejabat publik, kerja bagus belum tentu diapresiasi, dan kerja buruk sudah pasti dicaci. Belum lagi fitnah sering kali diumbar tanpa tabayun.
  • Luhut orang baik berjiwa Sapta Marga yang tak hanya memikirkan uang, tapi harus diingat pejabat publik harus bisa lapang dada menerima berbagai kritikan, termasuk yang bernada kecaman.
  • Selama orang masih mau kritik berarti masih menaruh harapan pada pejabat publik.
Semua Akan Luhut pada Waktunya

Pandangan lain: Banyak yang memberikan dukungan kepada Said Didu atas kritikannya terhadap Luhut.

"Said Didu akan didukung oleh rakyat dan saya akan ikut serta," tulis mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin via akun Twitter-nya @OpiniDin.


0 Komentar