Pantas Impor Melulu, Ternyata Ada Mafia Alkes Kelas Berat di Indonesia

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengecek kesiapan di salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih. (Foto: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, ada mafia impor obat-obatan dan alat kesehatan (Alkes) di Indonesia. Para mafia ini memanfaatkan momentum agar Indonesia terus ketergantungan Alkes impor.

Mengapa ini penting:

  • Kemandirian alkes serta ketersediaan obatan-obatan dalam negeri sangat penting, terlebih dalam menghadapi pandemi COVID-19.
  • Alkes merupakan komoditas penting yang menyangkut kesehataan jutaan nyawa.
  • Menteri BUMN Erick Thohir baru mengetahui, ketahanan kesehatan (health security) nasional, perkembangan industrinya didominasi mafia impor.
  • Kalau baru mengetahui, apakah menteri-menteri sebelumnya mendiamkan mafia alkes tak menghentikannya?

Konteks:

  • Saat ini Indonesia masih 90 persen impor alat kesehatan dari luar negeri.
  • Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju hazmat hingga masker tak mampu dibuat sendiri karena bahan bakunya harus impor.
  • Menkeu Sri Mulyani menyatakan akan tetap ekspor APD ke Jepang dan Korea Selatan sesuai dengan perjanjian bilateral yang telah disetujui. Ekspor itu kontraproduktif dengan kondisi Indonesia yang kekurangan APD.

Apa katanya: "Sekitar 12 bulan lalu, beliau (Erick Thohir) melihat bahwa ada di urusan kesehatan ini adalah kita itu alat kesehatan saja hampir 90 persen bahan dari impor. Kondisi ini dilihat pak menteri sebagai suatu hal yang cukup mengancam bangsa kita kalau terjadi sesuatu," kata Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Jumat (17/4/2020).

View this post on Instagram

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, ada mafia impor obat-obatan dan alat kesehatan (Alkes) di Indonesia. Para mafia ini memanfaatkan momentum agar Indonesia terus ketergantungan Alkes impor.⁣ ⁣ "Sekitar 12 bulan lalu, beliau (Erick Thohir) melihat bahwa ada di urusan kesehatan ini adalah kita itu alat kesehatan saja hampir 90 persen bahan dari impor. Kondisi ini dilihat pak menteri sebagai suatu hal yang cukup mengancam bangsa kita kalau terjadi sesuatu," kata Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Jumat (17/4/2020).⁣ ⁣ "Pernyataan Menteri BUMN harus segera ditanggapi oleh KPK, hal ini menjadi pintu masuk untuk menangkap pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah musibah ini" kata Ketua Umum KAMMI Elevan Yusmanto, Sabtu (18/4/2020).⁣ ⁣ Berita selengkapnya di haluandotco/cek stories⁣ ⁣⁣ Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ #HaluanFlash #haluanmediagroup #haluandotco #haluan #beritahariini #beritanasional #viral #trending #heboh #coronavirus #waspadacorona #dirumahaja #haluanupdatecorona #janganpanikhadapicorona #bersatucekalcorona

A post shared by Haluan Media (@haluandotco) on

Temuan Erick:

  • Pabrik pembuatan APD ada di Indonesia, tapi bahan baku dari luar semua. Jadi, Indonesia hanya menjadi tukang jahit saja.
  • Ventilator yang sangat dibutuhkan untuk menangani pasien COVID-19, harus didatangkan dari luar negeri.
  • Obat-obatan seperti Tamiflu dan Klorokuin, baru saja impor bahan bakunya dari India.

Yang dilakukan Erick:

  • Mempercepat penyelesaian pembangunan holding BUMN Farmasi.
  • Mengumpulkan beberapa perusahaan otomotif bekerja sama dengan BUMN dan riset universitas untuk memproduksi ventilator lokal.
  • Meminta tiga BUMN seperti PT LEN (Persero), PT Pindad (Persero), PTDI (Persero), memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator.
  • Menunjuk PT Indofarma untuk menyerap dan mendistribusikan produksi ventilator dari ketiga BUMN yang bergerak di sektor industri pertahanan tersebut.

Asosiasi Alkes:

  • Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) akui, fakta di lapangan memang alkes yang ada di fasilitas-fasilitas kesehatan sebagian besar merupakan barang impor.
  • Agar industri alkes di dalam negeri bisa tumbuh, pemerintah perlu memberikan sejumlah insentif serta mendorong penggunaan wajib Alkes nasional, seperti dilakukan Malaysia, Korea, China dan India.
  • Jika penyerapan pasar meningkat, maka akan mendorong tumbuhnya industri alkes dan bahan baku alkes.
  • Sebagian produk alkes memiliki standar yang tinggi dan bukan produk yang bisa diproduksi secara massal.
  • Dilema industri alkes dalam negeri, menghadapi masalah kesulitan bahan baku hingga komponen untuk memproduksinya dalam negeri.

"Indonesia harus membangun kemampuan Industri bahan dasar dan setengah jadi untuk industri alkes, jika ingin mengurangi impor," kata Direktur Eksekutif Aspaki, Ahyahudin Sodri.

Ketagihan Impor Alkes di Zaman Corona

Bongkar mafia alkes:

  • KPK diminta dalami serta mengusut pernyataan Menteri BUMN Erick Tohir soal adanya mafia alat kesehatan di tengah pandemi COVID-19.
  • KPK harus membuktikan pernyataannya yang akan menghukum dengan tegas pihak-pihak yang bermain dalam penanganan wabah COVID-19.

"Pernyataan Menteri BUMN harus segera ditanggapi oleh KPK, hal ini menjadi pintu masuk untuk menangkap pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah musibah ini" kata Ketua Umum KAMMI Elevan Yusmanto, Sabtu (18/4/2020).


0 Komentar