Prajogo Pangestu, Dulu Sopir Angkot Kini Orang Terkaya di Indonesia

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Prajogo Pangestu. (Foto: Forbes)

JAKARTA, HALUAN.CO - Forbes baru saja merilis barisan orang-orang terkaya di Indonesia. Di posisi 5 besar, ada nama Prajogo Pangestu yang berada di urutan ketiga orang terkaya di Indonesia.

Nama Prajogo berada di bawah R. Budi dan Michael Hartono, dan keluarga Widjaja.

Tercatat kekayaan yang dimiliki Prajogo Pangestu mencapai US $7,6 miliar atau setara dengan Rp 106 triliun, dari US $3 miliar tahun lalu.

Kekayaan Prajogo itu berasal dari peprusahaan PT Barito Pacific Timber. Prajogo menekuni dunia bisnis sejak 1970-an.

Prajogo, pada Agustus lalu, mendapat penganugerahan gelar tanda kehormatan 2019 dari Presiden Jokowi. Ia menerima tanda Penerima Bintang Jasa Utama. Selain Prajogo, pengusaha lain yang menerima penganugerahan adalah Arifin Panigoro dan TP Rachmat.

Penganugerahan ini sejalan dengan Keputusan Presiden (Keppres) 72/2019, Keppres 73/2019, dan Keppres 74/2019. Penganugerahan ini diberikan sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI

Kesuksesan yang ditorehkan Prajogo bukanlah ujug-ujug dan tanpa hambatan.

Prajogo seorang taipan yang lahir 75 tahun silam di Sambas, Kalimantan Barat, dengan nama Phang Djoem Phen, sebelum memiliki omset yang membuat decak kagum, juga pernah kekuarangan dalam perjalanan hidupnya. Prajogo diketahui terlahir dari keluarga miskin. Ayah Prajogo, bernama Phang Siu On, bekerja sebagai penyadap getah karet.

Untuk mengubah nasib, Parajogo merantau ke Jakarta. Namun, kala itu Dewi Fortuna belum memihak padanya, ia tidak terlalu beruntung tinggal di ibu kota Indonesia karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, ia memutuskan kembali ke Kalimantan. Di Kalimantan Prajogo bekerja menjadi sopir angkutan umum.

Ketika sedang menjalani hari-harinya sebagai sopir, di 1960-an, siapa sangka, di sinilah awal mula nasib Prajogo berubah.

Ia bertemu dengan seorang pengusaha kayu asal Malaysia bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Prajogo kemudian diajak bergabung dengan Burhan Uray. PT Djajanti Group lah tempat Prajogo mulai mengenal industri kayu.

Karirnya sebagai General Manager atau GM Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur, terhitung singkat. Setahun jadi GM, Prajogo memutuskan keluar dan memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Di bawah kepemimpinan Prajogo, perusahaan itu berlahan berkembang.

Pada 1993, perusahaannya menjadi perusahaan publik, dan dalam perjalanannya, Ia mengganti nama Pacific Lumber menjadi PT Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada 2007.

Bisnisnya terus meningkat hingga bekerja sama juga dengan anak-anak Presiden Soeharto dan pengusaha lainnya demi memperlebar bisnisnya. Bisnisnya dengan bendera Barito Group berkembang luas.

Tercatat, bisnis Prajogo ada di bidang petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan.

Berikut 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes:

1. Robert Budi dan Michael Hartono (37,3 miliar dollar AS)

2. Keluarga Widjaja (9,6 miliar dollar AS)

3. Prajogo Pangestu (7,6 miliar dollar AS)

4. Susilo Wonowidjojo (6,6 miliar dollar AS)

5. Sri Prakash Lohia (5,6 miliar dollar AS)

6. Anthoni Salim (5,5 miliar dollar AS)

7. Tahir (4,8 miliar dollar AS)

8. Boenjamin Setiawan (4,35 miliar dollar AS)

9.Chairul Tanjung (3,6 miliar dollar AS)

10.Jogi Hendra Atmadja (3 miliar dollar AS)


0 Komentar