Profil Riza Patria: KPUD DKI, DPR RI hingga Jejak Kelamnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Ahmad Riza Patria. (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Profil Riza Patria: KPUD DKI, DPR RI hingga Jejak Kelamnya

Megapolitan | Jakarta

Senin, 06 April 2020 14:35 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta telah menyelesaikan seluruh rangkaian tahapan tugasnya. Hari ini, Senin, Panlih menyelesaikan pelaksanaan pemilihan Wagub dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, kebon Sirih.

Usai pemilahan atau voting tertutup dan merekapitulasi hasil suara, Ketua DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Prasetio Edi Marsudi, langsung menetap pemenang dalam kontestasi pemilihan Wagub DKI yang baru, penganti Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saudara Riza Patria nomor urut 1 memperoleh suara 81 suara. Saudara Nurmansyah Lubis nomor urut 2 memperoleh suara 17 suara. Berdasarkan hasil penghitungan suara pemikihan Wakil Gubernur sisa masa jabatan 2017 2022, ditetapkan saudara Ahmad Riza Patria menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih di sisa masa jabatan 2017-2022," kata Prasetio dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4/2020).

Dengan demikian, Riza Patria resmi terpilih sebagai Wagub DKI yang akan mendamping Anies Baswedan hingga periode masa jabatan mereka habis.

Kini, Riza tinggal menunggu pelantikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD, Dewan harus mengusulkan pelantikan wagub terpilih kepada Presiden, melalui Mendagri. Kemudian, baru Presiden kemudian akan melantik Wagub tersebut.

Karir Riza Patria

Ahmad Riza Patria lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 17 Desember 1969. Pendidikan Riza dimulai dari SD Negeri 08 Kedaung Kaliangke Jakarta tahun (1977 - 1983), SMP Islam Al Azhar Pusat tahun (1963 - 1986), SMA Islam Al Azhar tahun (1986 - 1989),

Riza tercatat lulusan S1 Teknik Sipil ISTN tahun 1989 -1997, S2 Master in Bussines Administration, ITB Bandung tahun 2004-2008.

Riwayat pekerjaan Riza pernah menjabat sebagai Komisaris PT Indoproperti Galaraytama (2001 - 2015), Komisaris PT Penta Derma Gala (1999 - 2010), Direktur Utama PT Gala Ray Pratama (1999 - 2015), Principal Ray White Casablanca (1998 - 2003) dan Direktur Utama PT Gala Ariatama (1997 - 2015)

Sedangkan karir organisasi Riza, dimulai dari Ketua OSIS SMA Islam Al Azhar (1987 - 1988), Ketua Umum Remaja Mesjdi Darul Muttaqien (1988 - 1990), Bendahara Senat Mahasiswa ISTNA (1992 - 1993), Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Islam Al Azhar (1992 - 1995), Bendahara DPP BPKPRMI (2000 - 2003), Ketua DPP GEMA MKGR (2001 - 2006), Wakil Ketua BPD Hipmi Jaya (2001 - 2003), Ketua DPD KNPI DKI Jakarta (2002 - 2005), Angota Indonesia Council of World Affair (2006 - 2015).

Riza juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) (2006 - 2011), Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia (2006 - 2014), Wakil Ketua Humas PB Persatuan Bukutangkis Indonesia (PBSI) (2008 - 2013) dan Ketua DPP Partai Gerindra (2008 - 2015), Ketua Umum DPN Garda Muda Merah Putih (GMMP) (2009 - 2014), Ketua Komtap Organisasi KADIN Indonesia (2010 - 2015), Sekjen DPN Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (2010 - 2015) dan Sekjen DPP Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) (2011- 2016)

Karir politik Riza. Ia merupakan politikus Partai Gerindra. Dia sudah dua periode terpilih menjadi anggota DPR. Riza menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR periode 2014-2019. Dia juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Gerindra MPR RI 2014-2019. Riza terpilih kembali menjadi anggota DPR Periode 2019-2024 melalui Partai Gerindra setelah memperoleh 54.528 suara.

Riza juga tercatat pernah mengikuti pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi calon Gubernur, Hendardji Soepandji, pada 2012.

Dikebut Saat Corona, Akhirnya Riza Patria Terpilih sebagai Wagub DKI

Riza tercatat pernah menjabat anggota KPUD DKI Jakarta tahun 2003-2008. Pada tahun 2005, saat menjabat sebagai Kepala Divisi II KPUD DKI Jakarta, Riza tersandung kasus korupsi.

Riza didakwa melakukan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa Pemilu 2004.

Tak sendirian, Riza didakwa bersama Ketua KPUD DKI kala itu, saat itu, M Taufik, sekarang Ketua DPD Gerindra dan Wakil Ketua DPRD, dan Bendahara KPUD DKI Jakarta R Neneng Euis Susi Palupi. Karena kasus ini, negara rugi Rp 29,8 miliar. Riza divonis bebas, sementara dua rekannya divonis 15 bulan dan 18 bulan penjara.

Dilansir dari antikorupsi.org, penyelewengan itu terjadi dalam 12 item pengadaan barang untuk pemilihan umum, seperti rompi, papan tulis, dan tiang bendera.

Saat persidangan, dua orang diperiksa. Mereka ialah Madsani, staf pengantar surat dan Ade, kepala subbagian keuangan KPUD DKI Jakarta.

Riza dinilai tidak terbukti melakukan perbuatan yang menguntungkan diri sendiri, orang lain, ataupun suatu korporasi. Sebab itu, Riza dinilai tidak terbukti melawan hukum.

Dalam putusannya, ketua majelis hakim Lief Sufijullah menyatakan, tugas Riza sebagai kepala divisi II KPUD DKI hanyalah memonitor dan melakukan koordinasi dengan pengguna barang. Karena itu Riza tidak bertanggung jawab atas pengadaan barang dan jasa Pemilu 2004, sebab tugas tersebut sudah menjadi tugas kesekretariatan.

Daftar Kekayaan Riza Patria

Berdasarkan situs elhkpn.kpk.go.id, Riza Patria sudah tiga kali melaporkan harta kekayaannya, yakni pada 2012, 2016 dan 2019.

Tercatat, Riza Patria memiliki harta kekayaan Rp 19.423.179.684. Bentuknya berupa, tanah dan bangunan.

Riza Patria memiliki empat tanah dan bangunan dengan nilai Rp 17,2 miliar. Tiga bidang tanah dan bangunan berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat serta satu tanah warisan di Islamic Village.

Sayangnya, tidak diketahui alamat tanah seluas 390 m2 itu yang nilainya Rp 2.379.000.000.

Tak hanya tanah dan bangunan, Riza Patria memunyai tiga unit mobil dengan nilai Rp 1.008.000.000.


0 Komentar