Sejumlah Destinasi Wisata Jabar Tutup, Puluhan Ribu Pekerja Terancam Nganggur

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kawah Putih Ciweday, salah satu objek wisata andalan Kota Bandung. (Foto: Liputan6)

-

AA

+

Sejumlah Destinasi Wisata Jabar Tutup, Puluhan Ribu Pekerja Terancam Nganggur

Regional | Jakarta

Sabtu, 18 April 2020 15:30 WIB


BANDUNG, HALUAN.CO - Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, per 16 April 2020, terdapat 2.768 usaha pariwisata yang terdiri dari destinasi wisata, hotel dan ekraf (ekonomi kreatif), ditutup. Hal itu imbas pandemi virus Corona (COVID-19).

Mengapa ini penting:

  • Akibat penutupan itu, sekitar 33.084 tenaga kerja pariwisata hampir kehilangan mata pencaharian.
  • Masyarakat yang kehilangan pekerjaan itu patut menjadi perhatian, supaya tidak terjadi aksi kriminal di tengah menghadapi pandemi.

"Sumber daya manusia pariwisata di Jabar sekitar 33.084 tenaga pariwisata yang terkena dampak," kata Kepala Disparbud Jawa Barat Dedi Taufik, Sabtu (18/4/2020).

Konteks:

  • Selain usaha pariwisata yang tutup, sebanyak 150.000 pekerja dari 73 Pusat Pembelanjaan (Mall) di Jabar juga terancam dirumahkan.
  • Kementerian Sosial memberikan kuota sekitar 1 juta kepala keluarga (KK) untuk Jabar, yang menerima bantuan sosial sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan.
  • Pemprov Jabar juga memberi bantuan kepada warganya sebesar Rp 500 ribu per KK berupa uang tunai dan sembako selama empat bulan, serta tambahan dari anggaran 27 kabupaten/kota bila masih ada kekurangan.

Yang dilakukan Pemprov Jabar:

  • Pemprov Jabar menyusun beberapa strategi untuk membantu para pelaku usaha dan tenaga kerja di sektor pariwisata dan UMKM, salah satunya memberikan bantuan sosial.
  • Pemprov Jabar meminta Kemenpanrekraf agar adanya sinergisitas program saat recovery, dan matching promotions dengan event bersama.
  • Pemprov Jabar minta adanya sinergis antara pemerintah pusat dan daerah mempercepat fase krisis di sektor pariwisata.

Tanggapan Kemenpanrekraf:

  • Menpanrekraf Wishnutama Kusubandio meminta pelaku wisata tetap optimistis.
  • Kemenpanrekraf memastikan terus berupaya untuk melakukan pelbagai rencana yang dapat menjaga ekosistem pariwisata.
  • Kemenparekraf merealokasi anggaran Rp 500 miliar. Ini potensinya akan dikembangkan terus.
  • Relokasi anggaran untuk penanganan ini penting karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bakal termitigasi selama pandemi.
  • Kemenpanrekraf akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan secara intensif untuk terus memberikan berbagai bantuan terhadap pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
  • Masa pemulihan nanti, Kemenpanrekraf akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi 'new normal'.
  • Destinasi disiapkan dengan mengedepankan prinsip kesehatan dan keamanan.
  • Destinasi pariwisata akan didorong untuk terus berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

"Kami juga akan melakukan berbagai macam program yang sifatnya padat karya dan ini akan dilakukan pengkajian lebih lanjut dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk stimulus ekonomi agar bisa bertahan melalui situasi yang saat ini terjadi," kata Wishnutama.


0 Komentar