Tok...tok..tok! Donald Trump Lolos dari Pemakzulan
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Businnersinsider)

JAKARTA, HALUAN.CO - Senat Amerika Serikat (AS) menolak dua tudingan yang diarahkan pada upaya pemakzulan Presiden Donald Trump. Itu artinya, Trump selamat dari upaya pelengseran.

Trump yang kini berusia 73 tahun dinyatakan tidak menyalahgunakan kewenangan dan tidak berupaya menghalangi upaya penyelidikan oleh Kongres AS. Maka, presiden dari Partai Republika itu pun lolos dari pemakzulan.

Seperti dilansir dari Associated Press, pemungutan suara (voting) terhadap dakwaan pertama, Kamis (6/2/2020) waktu setempat, berupa penyalahgunaan kekuasaan, membuahkan hasil 52 suara menolak dakwaan tersebut. Sedangkan yang menerima ada 48 suara.

Sikap Berani, Ketua DPR AS Robek Naskah Pidato Kenegaraan Presiden Donald

Anehnya, senator Partai Republik, Mitt Romney, justru berada di kubu Partai Demokrat. Mitt menyatakan Trump menyalahgunakan kekuasaan.

Sementara itu untuk tudingan yang kedua, menghalangi penyelidikan oleh Kongres, berakhir dengan 53 suara menolak dakwaan tersebut. Adapun yang setuju sebanyak 47 suara.

Selamatnya Trump dari upaya pemakzulan ini tentu menggembirakan Partai Republik. Senator Partai Republik, Lindsey Graham, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. “Hasil ini membuat saya tenang,” ujarnya.

Trump adalah presiden ketiga yang tercatat dalam sejarah tidak pernah dilengserkan Senat AS, dimana sebelumnya ada Andrew Johnson dan Bill Clinton.

Setelah sidang pemakzulan ini Kongres memasuki masa reses. Mereka akan memasuki masa sidang lagi hingga pekan depan.

Seperti diketahui, dalam sidang tingkat pertama di DPR AS, sebanyak 230 anggota setuju untuk melakukan pemakzulan atas Trump. Saat itu anggota DPR yang menolak sebanyak 197. Pemakzulan baru bisa disahkan jika dalam sidang senat. Ternyata, Trump terselamatkan.

Trump dituduh menyalahgunakan kewenangan dengan minta bantuan petinggi Ukraina untuk memata-matai dugaan korpsi atas pesaingya Joe Biden dari Partai Demokrat dan anaknya. Trump juga dituding menghalangi rencana Kongres untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.