10 Desa Rawan Pangan di Merangin Dievaluasi, karena Memiliki Lahan yang Subur
Bupati Merangin, Jambi Al Haris (Foto: Mediaindonesia.com)

JAMBI, HALUAN.CO - Bupati Merangin, Jambi Al Haris meminta jajarannya agar 10 desa di Merangin yang ditetapkan sebagai desa rawan pangan untuk di evaluasi kembali, karena memiliki lahan yang subur.

"Desa-desa itu sawahnya luas dan tanahnya subur. Apalagi jalan menuju desa tersebut sudah terbuka lebar, sehingga perekonomian masyarakat desa tersebut bisa cepat berkembang," ujar Bupati, Selasa (31/12/2019).

10 desa yang masuk rawan ketahanan pangan itu tersebar di lima kecamatan yaitu, Desa Koto Rawang Kecamatan Jangkat, Desa Tanjung Mudo Kecamatan Jangkat Timur, Desa Air Liki, Desa Air Liki Baru dan Desa Batang Kibul di Kecamatan Tabir Barat. Desa Talang Paruh Kecamaan Lembah Masurai, Desa Durian Rambun, Lubuk Beringin, Spantai dan Desa Pulau Bayur di Kecamatan Muara Siau.

"Saya minta semua desa itu ditinjau ulang, apakah sesuai atau tidak? Desa itu memiliki kekayaaan alam yang luar biasa, tanahnya subur, infrstrutrunya ada," bebernya.

Ia mencontohkan, Desa Koto Rawang Kecamatan Jangkat misalnya, desa itu memiliki sawah yang sangat lebar. Justu lahirnya desa itu, karena masyarakat Jangkat ingin bersawah di wilayah tersebut.

"Apalagi sekarang jalan menuju Desa Koto Rawan itu sudah terbuka lebar, sehingga akan semakin mempercepat lajunya perkembangan ekonomi kerakyatan. Kalau tadinya mungkin, karena untuk menuju desa itu belum ada jalan," ujar Bupati.

Bahkan Desa Tanjung Mudo Kecamatan Jangkat Timur, merupakan desa yang tanahnya paling subur di Jangkat. Sehingga tingga diberikan program-program pertanian saja untuk memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur.

Begitu juga dengan Desa Air Liki dan Air Liki Baru serta Batang Kibul Kecamatan Tabir Barat. Desa itu terang bupati, sawahnya sangat bagus, ikannya banyak dan listriknya sangat besar dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro.

Merangin Segera Memiliki Bendungan pada 2021

Diakui bupati untuk menuju Desa Air Liki dan Air Liki Baru, memang masih mengunakan transportasi sungai. "Kita sudah ajukan izin penggunaan tanah untuk jalan ke pihak TNKS," jelas Bupati.

Sedangkan Desa Talang Paruh Kecamatan Lembah Masuai, tanahnya juga sangat subur, tinggal diberikan program pertanian saja ketahanan pangan masyarakat itu akan menguat.

Untuk Desa Durian Rambun Kecamatan Muara Siau, tanaman kopinya sangat bangus sekali. Sama dengan tiga desa lainnya Lubuk Beringin, Spantai dan Pulau Bayur sangat potensia untuk pengembangan program pertanian.

"Nanti saya akan gelar rapat khusus dengan kepala desa dan camat yang masuk dalam desa rawan pangan, desa rentan pangan dan desa cukup rentan pangan, untuk rencana aksi yang akan dilakukan," tegas Bupati.

Penulis: Budi Harto (Haluanjambi.co)