180 Napi Telah Dibebaskan di Sumbar

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi tahanan. (Foto: Ist)

PADANG, HALUAN.CO - Sebanyak 180 narapidana atau napi yang ditahan di di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dibebaskan setelah menerima asimilasi di rumah.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar Budi Situngkir kepada wartawan di Padang, Kamis (2/4/2020), menyebutkan, mereka tersebar di Teknis Kegiatan (UPT) Pemasyarakatan yang ada di Sumbar.

Mereka yang dibebaskan itu 20 orang di Rutan Padang dan 26 orang di Lapas Padang, Lapas Pariaman 6 orang, Lapas Payakumbuh 22 orang, Rutan Lubuk Sikaping sebanyak 10 orang, Lapas Solok dua orang, Lapas Dharmasraya satu orang, Rutan Maninjau empat orang, Rutan Sawahlunto satu orang, Lapas Bukittinggi 65 orang, Rutan Painan tujuh orang, Rutan Batusangkar 13 orang dan Lapas Alahan Panjang tiga orang.

"Asimilasi ini diberikan kepada narapidana yang memenuhi syarat yakni, menjalani setengah dari masa pidananya dan napi yang berkelakuan baik," kata Budi Situngkir dikutip Harianhaluan.com (Haluan Media Group).

Pembebasan napi dan menjalani asimilasi di rumah itu menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tanggal 30 Maret 2020 No. M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Pencegahan Corona, 646 Narapidana Bakal Dibebaskan di Bali

Dalam Surat Keputusan Menteri Kemenkumham itu disebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang narapidana dan anak bisa bebas melalui asimilasi.

• Narapidana dibebaskan itu adalah mereka yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020.

• Bagi, anak yang 1/2 masa pidananya sampai dengan 31 Desember 2020.

• Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012, tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing.

• Asimilasi dilaksanakan di rumah dan surat asimilasi diterbitkan oleh Kalapas, Kepala LPKA dan Karutan.

Budi menyebutkan, narapidana yang mendapatkan asimilasi di rumah itu tetap akan dipantau oleh pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Secara keseluruhan ada sekitar 975 narapidana di Sumbar yang akan menerima asimilasi di rumah hingga Desember 2020 mendatang.


0 Komentar