25 Warga Karangasem Gantung Diri
Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini. (Foto: Balipost)

KARANGASEM, HALUAN.CO - Sepanjang tahun 2019, sebanyak 25 orang warga Kabupaten Karangasem, Bali mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Menurut Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini, 25 kasus warga meninggal dengan cara gantung diri itu tersebar di Kecamatan Bebandem, Abang, Selat dan Rendang.

Penyebab mereka melakukan gantung diri itu rata-rata karena depresi karena penyakit menahun yang diderita tak kunjung sembuh.

”Mereka nekat mengakhiri hidup lantaran depresi karena tak kuat menahan sakit yang diderita. Lama tak kunjung sembuh, frustrasi, akhirnya memilih bunuh diri. Usia korban 50 tahun ke atas,” jelas AKBP Ni Nyoman Suartini, seperti dilansir Balipost, Jumat (3/1/2020).

Untuk menekan kasus tersebut, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Sebelumnya dirinya sudah bertemu dengan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri untuk membicarakan hal itu.

"Polres minta program pemerintah untuk tetap memperhatikan kesejahteraan lanjut usia (lansia)," jelasnya.

Suartini belum bisa memastikan program apa yang akan dilakukan Pemkab Karangasem untuk para lansia.

Ia berharap, pemerintah daerah setempat memperhatikan dan mensejahterakan warga lansia.

Pihaknya juga sudah memberikan edukasi atau pemahaman kepada masyarakat lewat Bhabinkamtibmas bahwa bunuh diri itu dilarang.