280 Sumur Minyak Ilegal di Jambi Ditutup Tim Gabungan
Tim gabungan tengah menutup sumur minyak illegal di Jambii (Foto: Haluanjambi.co/Budi Harto)

JAMBI, HALUAN.CO - Pemberantasan sumur minyak tak berizin (ilegal drilling) di Provinsi Jambi terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan serta Dinas Lingkungan Hidup di dua kabupaten, yakni Batanghari dan Sarolangun. Tim gabungan telah berhasil menutup sekitar 280 sumur minyak yang menjadi lokasi penambangan ilegal.

Dari hasil operasi ilegal drilling yang dilakukan selama lima hari terakhir, petugas sudah berhasil menutup sebanyak 280 sumur. Dalam waktu dekat, Polda Jambi juga akan memanggil para pemilik modal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero, ketika dihubungi membenarkan adanya penutupan ratusan sumur tersebut.

Kata dia, untuk hari Senin (2/12/2019) lalu, petugas sudah menutup lebih dari 80 lubang sumur ilegal drilling.

“Kalau kemarin sudah 200 lubang sumur yang kita lakukan penertiban,” ungkap Thein kepada Haluanjambi.co (Haluan Media Grup), Selasa (3/12/2019).

Dia menambhkan, dalam setiap hari tim gabungan dapat mengamankan dan menutup lebih kurang 75 sampai 150 lubang sumur minyak ilegal.

“Nanti akan kiita tutup sampai tanggal 15 Desember.” imbuhnya

Rencananya, kata dia, pada Rabu mendatang para pemilik modal ilegal drilling tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangan di Polda Jambi.

“Akan kita minta keterangan dan surat pernyataan untuk tidak operasi lagi,” tandas Thein.

Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS berjanji akan memberantas ilegal drilling di wilayahnya hingga ke hulu. “Kita akan selesaikan sampai ke hulu, dan seterusnya selama operasi ini,” tegasnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, kata Kapolda, akan berdampak kepada kehidupan habitat dan ekosistem yang ada di lingkungan masyarakat. “Ingat anak cucu, bayi dan balita mereka akan tercetak dan itu akan berbahaya,” ujarnya.

Menurut Kapolda, giat tersebut dilakukan dalam rangka menjaga dan memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Jambi.

Pasalnya, akibat dari penambangan ilegal yang dilakukan, ada banyak sungai yang tercemar.

“Kita menurunkan tim gabungan untuk melakukan penindakan ilegal drilling di dua lokasi, yakni di Bajubang, Kabupaten Batanghari dan di Kabupaten Sarolangun,” papar Muchlis.

Dia berharap, dengan cara itu para pelaku ilegal drilling dapat menghentikan kegiatan dan keluar dari lokasi penambangan.

Apabila ini tidak dihiraukan, maka akan masuk ke tahap selanjutnya, yakni pencegahan. 

“Tahap kedua, yaitu pencegahan, stop semua aktifitasnya kita proses dan terakhir penegakan hukum yang kita lakukan,” tegas Muchlis.

Penulis: Budi Harto