39 TKA China di Bintan Dideportasi, Perusahaan Pemakai Belum Miliki IMTA

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Administrator KEK Galang Batang, Hasfarizal Handra, memberikan keterangan resmi di Kantor PT BAI Galang Batang terkait rencana pemulangan 39 TKA asal China, Rabu (1/4/2020). (Foto: Ist)

-

AA

+

39 TKA China di Bintan Dideportasi, Perusahaan Pemakai Belum Miliki IMTA

Regional | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 08:20 WIB


BINTAN, HALUAN.CO - Sebanyak 39 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masuk ke Bintan, Kepulauan Riau dua hari lalu akan dideportasi atau dipulangkan hari, Kamis (2/4/2020).

"Saya minta kepada PT BAI untuk memulangkan mereka kembali karena sudah menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Bupati Bintan Apri Sujadi melalui melalui videoconfrence di PT BAI, Rabu (1/4/2020).

Bahkan bupati meminta PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebagai perusahaan yang "mengimpor" dan mempekerjakan TKA asal China itu untuk mendeportasi mereka hari Kamis (2/4/2020).

Namun diingatkan bupati, sebelum 39 TKA China itu dipulangkan, harus diperiksa kesehatan mereka sesuai protokol kesehatan dalam menangani wabah virus corona.

Belum Miliki IMKA

Ketua Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Hasfarizal Handra bersama timnya langsung mendatangi PT BAI Rabu (1/4/2020) siang untuk menindaklanjuti kedatangan TKA China itu di saat pandemi virus corona.

Menurut dia, secara prosedur kedatangan para TKA China itu memenuhi syarat dari sisi dokumen administrasi keimigrasian dan prosedur karantina kesehatan.

Hanya saja kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bintan itu, berdasarkan hasil pemeriksaan Disnaker Provinsi Kepri bahwa PT BAI belum memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

“Sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, mereka harus dikembalikan dan tidak boleh berada di lokasi PT BAI sebelum memenuhi persyaratan,” tegasnya.

Kasus 49 TKA China, Masinton Sebut Menko Kemaritiman dan Menaker Bekerja Amatiran

Terkait pengembalian para TKA China itu, Hasfarizal menyerahkan ke PT BAI bekerjasama dengan aparat keamanan TNI dan Polri.

Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo mengecam kebijakan PT BAI yang melakukan "impor" TKA dari China di tengah virus corona sedang mewabah.

Apalagi mereka itu berasal dari China yang merupakan negara pertama tempat virus corona itu mewabah.

"Tentu saja masyarat menjadi cemas dan ketakutan. Masyarakat Bintan mengkhatirkan kehadiran TKA asal China akan membawa bencana besar bagi Bintan," kata AW, begitu dia akrab disapa.

Dengan alasan itulah dia meminta TKA asal China itu segera dideportasi dari Bintan.

"Bukan dikarantina, tapi harus segera dideportasi dari Bintan," tegas AW Rabu (1/4/2020) siang, dikutip Haluankepri.com (Haluan Media Group).


0 Komentar