5.000 Wisatawan China Masih di Bali dan 200 di Antaranya Berasal dari Hubei

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Wagub Bali ketika melepas wisatawan China pada penerbangan terakhir ke Negeri Tirai Bambu itu pada Selasa malam. (Foto: Ist)

-

AA

+

5.000 Wisatawan China Masih di Bali dan 200 di Antaranya Berasal dari Hubei

Regional | Jakarta

Rabu, 05 Februari 2020 22:26 WIB


DENPASAR, HALUAN.CO - Penerbangan Indonesia-China sudah ditutup pukul 00.00 Wib, tanggal 5 Februari 2020, namun masih ada 5000 wisatawan asal China di Bali.

Bahkan dari 5.000 orang wisatawan asal China itu, sekitar 200 orang diantara mereka berasal dari Provinsi Hubei, tempat mewabahkan virus corona saat ini.

"Sekitar 200 orang berasal dari Provinsi Hubei," ungkap Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar Gou Haodong.

Untuk memfasilitasi pemulangan sebanyak 5.000 warga negara China yang masih ada di Bali itu, pemerintah Tiongkok melalui Konsulat Jenderal RRT di Denpasar berencana akan mencharter pesawat dan akan dilakukan pada Jumat (7/2/2020).

Kepala Seksi Angkutan Udara, Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali, Puguh Lukito tidak memungkiri informasi tersebut.

Namun pihaknya mengatakan, hal itu masih sifatnya informal untuk menjajaki kemungkinan dilakukan upaya memfasilitasi pemulangan wisatawan yang masih ada di Bali.

Terkait rencana tersebut, pihaknya mengatakan, masih menunggu izin dari sejumlah kementerian terkait.

Semua hal kata dia, masih sedang dikoordinasikan, baik dari segi perijinan maupun teknisnya.

“Betul sekali. Ini masih bersifat rencana. Untuk Izin masih di koordinasikan dengan pihak pihak terkait,” katanya dilansir Balipost.

Berpenumpang 172 Orang, Wagub Bali Lepas Penerbangan Terakhir ke China dari Bandara Ngurai Rai

0 Komentar