7 Jenis Penyakit yang Mengancam Saat Musim Hujan
Demam diakibatkan virus dan bakteri di musim hujan sangat rentan (Foto: Pixabay)

JAKARTA, HALUAN.CO – Musim hujan menjadi salah satu musim yang disukai. Saat musim hujan, kita bisa merasakan cuaca yang berbeda dengan musim kemarau. Di musim hujanlah kita bisa merasakan cuaca sejuk.

Namun, di balik itu ada banyak jenis penyakit yang mengintai. Saat musim hujan, tubuh akan lebih mudah terserang penyakit. Hal itu terjadi lantaran adanya perubahan suhu pada lingkungan.

Di saat musim hujan pula, mikroba lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh manusia. Tubuh dengan daya tahan lemah menjadi incaran empuk bakteri dan virus.

Berikut ini tujuh macam penyakit yang mengancam kesehatan saat musim hujan dikutip Haluan.co, dari beberapa sumber.

1. Influenza

Batuk dan pilek seolah menjadi sesuatu yang lumrah di musim penghujan. Hujan datang, influenza menyerang. Tingkat kelembapan yang rendah pada musim hujan, membuat daya tahan virus lebih kuat untuk berkembang.

Dengan begitu, mereka mudah menularkan penyakitnya melalui udara pada orang dengan daya tahan tubuh lemah. Belum lagi ruangan kantor biasanya tak pernah lepas dari AC. Hal itu membuat sirkulasi udara memburuk, sekaligus meningkatkan risiko penularan influenza.

Anda bisa mengatasi flu dengan mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan menerapkan pola hidup higienis di musim hujan.

2. Diare

Musim hujan menyebabkan penurunan kualitas kebersihan, yang ujung-ujungnya meningkatkan perkembangan virus, bakteri, dan parasit. Bakteri yang hidup dalam keadaan basah lebih mudah menyebar dan menular kepada manusia.

Diare merupakan penyakit yang menyebabkan mencairnya feses dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Penyakit yang satu ini kerap menimpa masyarakat di dataran rendah, khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir. Meski terkesan sepele, diare akan menjadi masalah serius hingga menyebabkan dehidrasi akut.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi oralit atau minuman lain yang mengandung elektrolit. Hal itu dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

3. Hepatitis A

Musim hujan juga bisa menjadi pemicu munculnya hepatitis A. Lingkungan yang kotor adalah salah satu penyebab utamanya. Sama seperti diare, penyakit ini disebabkan oleh virus melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Penularan hepatitis A melalui oral memiliki masa inkubasi 15 hingga 50 hari lamanya.

Beberapa gejala hepatitis A yang muncul di antaranya demam, linu pada persendian, kehilangan nafsu makan, pusing, dan perut tidak nyaman. Untuk mengatasinya, Anda perlu berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang berada di luar.

4. Tipes

Tipes adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella parathypi. Sama seperti kedua penyakit di atas, bakteri tersebut dapat ditemukan pada makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Tubuh yang terserang tipes biasanya akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, hilang nafsu makan, kelelahan, dan sakit pada bagian perut. Dalam kasus tertentu, tipes juga menyebabkan ruam dan sembelit.

Jika tidak segera ditangani, tipes bakal berujung pada komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis, dan gagal jantung.

5. Leptospirosis

Penyakit yang satu ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Leptospira interrogans. Di Indonesia, kita mengenalnya dengan sebutan 'penyakit kencing tikus'.

Penyakit ini menular akibat kontak kulit dengan tanah, air, atau tanaman yang terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi. Selain tikus, hewan lain yang bisa menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil, dan hewan amfibi.

Beberapa gejala yang ditimbulkan leptospirosis di antaranya demam tinggi, sakit kepala, muntah, menggigil, nyeri otot, penyakit kuning pada kulit dan mata, diare, atau ruam.

6. Demam berdarah

Jangan heran jika demam berdarah 'meradang' di musim hujan. Pasalnya, musim hujan menciptakan sejumlah sarang genangan air bagi nyamuk Aedes aegypti.

Sebagaimana diketahui, hujan tentu menimbulkan banyak genangan air. Jika sudah begitu, nyamuk akan tubuh dan mudah menginfeksi dengan menggigit manusia.

7. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

ISPA merupakan penyakit saluran pernapasan yang mengakibatkan seseorang mengalami batuk, bersin-bersin, dan demam. ISPA juga mudah menular kepada orang lain dengan daya tahan tubuh lemah.


Penulis: Neni Isnaeni