78 WNI di Jepang Hanya Masuk Angin, KBRI Tokyo Bawakan Obat Masuk Angin dan Cairan Buat Kerokan
Otoritas Jepang melakukan karantina terhadap penumpang dan ABK Kapal Pesiar Diamond Princess (Foto: Istimewa)

TOKYO, HALUAN.CO - Orang Indonsia memang terbukti 'kebal' dengan virus corona COVID-19 memang bisa dibuktikan, bukan isapan jempol belaka atau mengada-ngada. Hal ini dibuktikan dari hasil proses karantina terhadap 78 WNI selama 15 hari yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kapal Pesiar mewah Diamond Princess. 

Mereka dinyatakan negatif dari Virus Corona meski bagian 273 dari 3.711 orang di dalamnya terlibat kontak dengan pasien COVID-19.

Sakit yang diderita WNI di Kapal Pesiar mewah itu yang bikin 'geleng-geleng kepala' WHO dan orang dibelahan dunia lain, seakan tidak percaya kalau orang Indonesia memang kebal Virus Corona.

Gangguan kesehatan yang dialami WNI tersebut, hanya masalah 'masuk angin' saja. Sehingga KBRI Tokyo mengirimkan 'bantuan' cairan dan obat pereda masuk agin. Cairan pereda masuk angin digunakan untuk kerokan, sementara obat pereda masuk angin (jamu) untuk menolak atau mengusir masuk angin.

"KBRI Tokyo mengantar cairan Pereda Masuk Angin yang diminta WNI yang sedang di atas kapal Diamond Princess yang dikarantuna untuk obserbasi di Yokohama," tulis akun Twitter resmi KBRI Tokyo, Jumat (14/2/2020).

Tak hanya itu, WNI yang dikarantina juga meminta dibawakan mie instan dan vitamin C. Sepertinya apapun penyakit, obatnya pereda masuk angin ya! Plus kerokan dan teh anget sih biasanya.

KBRITokyo

KBRI Tokyo (12Feb) mengantar cairan Pereda Masuk Angin yang diminta WNI yg sedang di atas kapal Diamond Princess yang sedang dikarantina utk observasi di Yokohama, sekaligus Mie Instan dan Vitamin C. Foto: barang diantar staf KBRI Tokyo ke petugas pelabuhan. #NegaraMelindungi.

Soal Kerokan dan teh anget, sebelum adanya permintaan dari 78 WNI yang menjadi ABK Kapal Pesiar mewah Diamond Princess, sudah banyak disebut sebagai 'penangkal' virus tersebut oleh para nitizen

"orang indonesia kalo meriang dikerokin sama diurut besoknya sembuh.. si corona phobia kerokan kayanya," tulis akun @Teteh*** di Twitter.

Selain kerokan, terapi dengan teh hangat juga banyak disebut. Dalam keseharian, kombinasi keduanya memang banyak menjadi andalan ketika sedang tidak enak badan.

"Disini kalo ada yg demam dan flu cukup pake teh panas dan kerokan. Kelar," tulis @ndimas***.

Memangnya, sebegitu ampuhkah kerokan bisa menyembuhkan infeksi virus corona?

Tentu saja sulit dibuktikan, sementara di kalangan medis saja obat untuk virus ini belum ditemukan. Namun bahwa kerokan bisa membuat badan terasa lebih nyaman, praktisi kesehatan dr Dewi Ema Anindia mengatakan ada benarnya.

"Gerakan kerokan menimbulkan peradangan lokal yang memicu pelebaran pembuluh darah dan memicu keluarnya morfin alami dari dalam tubuh yang dinamakan endorfin. Endorfin ini lah yang menimbulkan relaksasi pada tubuh dan relaksasi otot," jelasnya.

Ketua Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof dr Cissy B Kartasasmita, SpA(K), MSc, PhD, juga memiliki penjelasan soal efek kerokan. Menurutnya, efek rasa nyaman muncul karena pembuluh darah yang melebar.

"Jadi punggung yang sakit karena penimbunan asam laktat bisa diatasi dengan kerokan," kata Prof Cissy.

Jadi apakah Virus Corona susah masuk dan menjangkiti warga Indonesia karena warganya hobi kerokan? Anda bisa menjawabnya sendiri, faktanya 78 WNI yang menjadi ABK Kapal Pesiar mewah Diamond Princess hanya sakit 'masuk angin' saja, bukan kena Corona.

Wah, kebiasaan orang Indonesia ini, perlu dicontoh orang-orang dibelahan dunia lain agar sering kerokan agar memiliki kekebalan tubuh, tahan berbagai virus seperi Virus Corona.

Keterangan dari Otoritas Jepang, apabila tidak ada perkembangan lain, masa karantina WNI di kapal pesiar akan selesai pada 19 Februari 2020 dan mereka segera dipulangkan ke tanah air. Meski demikian saat sampai di Indonesia mereka akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan untuk memudahkan pemeriksaan apabila timbul gejala virus corona.

Ditemukan 39 Kasus Baru di Kapal Pesiar Diamond Princess, 78 Kru WNI dalam Keadaan Sehat