91 Orang Lagi Dibunuh Virus Corona di Hubei
Virus corona

JAKARTA, HALUAN.CO - Sebanyak 91 orang lagi dibunuh virus corona baru di Hubei, salah satu provinsi di China yang menjadi pusat mewabahnya virus tersebut.

Dengan adanya 91 korban baru, maka demikian menambah deretan panjang jumlah kematian akibat serangan virus yang baru muncul akhir tahun 2019 lalu itu.

Dalam laporan Otoritas Kesehatan Hubei seperti dikutip CNN, Senin (10/2/2020), bahwa 91 orang lagi meninggal karena virus corona di provinsi Hubei pada hari Minggu.

Jumlah korban yang meninggal terinfeksi virus corona hingga sekarang di daratan China mencapai 902 orang.


Secara Global, orang yang dibunuh virus corona itu sebanyak 904 orang, yaitu tercatat satu orang meninggal di Hong Kong dan satu di Filipina.

Pihak berwenang Hubei juga menyebutkan, ada tambahan 2.618 kasus virus pada hari Minggu, yang menjadikan jumlah total kasus di episentrum wabah menjadi 29.631.

Jumlah global dari kasus virus corona yang dikonfirmasi sekarang melebihi 40.000, dengan sebagian besar di China daratan.

Berdasarkan catatan Haluan.co, jumlah kematian yang disebabkan virus corona baru ini sudah jauh melebihi jumlah kematian akibat serangan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) tahun 2002 dan 2003, yaitu 774 jiwa.

Sementara itu, WHO menyebutkan, empat hari terakhir telah melihat beberapa stabilisasi di Hubei, tetapi kematian akibat virus tersebut terus melonjak.

"Setidaknya 39.800 orang di China sekarang telah terinfeksi oleh virus, yang diyakini telah muncul akhir tahun lalu di ibu kota Hubei, Wuhan, di mana penduduk berjuang untuk mendapatkan pasokan sehari-hari," tulis AFP.

Michael Ryan, kepala Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, mengatakan periode stabil wabah dapat mencerminkan dampak dari langkah-langkah pengendalian.

"Misi pakar internasional" WHO berangkat Minggu malam ke China, direktur jenderal badan itu Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan di Twitter. Misi ini dipimpin oleh Bruce Aylward, seorang veteran dari keadaan darurat kesehatan sebelumnya.

Singapura Sudah Oranye, Ini Peringatan KBRI Negeri Singa

Epidemi telah mendorong pemerintah untuk mengunci seluruh kota ketika kemarahan meningkat atas penanganan krisis, terutama setelah seorang dokter whistleblowing menjadi korban virus tersebut.

Sebagian besar kota China masih belum kembali bekerja setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang. Kota-kota, termasuk pusat keuangan Shanghai memerintahkan penduduknya untuk mengenakan topeng di depan umum.