Ahok, Naik Jabatan atau Turun Kasta?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ahok bakal menempati posisi penting di salah satu BUMN. (Foto: Sindonews)

-

AA

+

Ahok, Naik Jabatan atau Turun Kasta?

Analisa & Opini | Jakarta

Rabu, 13 November 2019 16:31 WIB


Ahok tentu memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjabat posisi penting di perusahaan pelat merah. Pernah jadi bupati, menjadi anggota DPR dan pendidikannya juga cukup mumpuni.

JAKARTA, HALUAN.CO - Setelah lengser dari jabatan gubernur DKI Jakarta pada 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok nyaris tanpa ingar-bingar. Namanya tenggelam kecuali ketika bercerai dan kemudian menikahi mantan ajudan istrinya dulu.

Ahok nyaris menjadi artefak. Namanya sekali-kali muncul ke permukaan ketika sekelompok pendukungnya lagi rindu. Entah rindu dengan kebijakannya atau entah dengan sumpah dan serapahnya.

Kali ini nama Ahok muncul kembali ke permukaan ketika sosoknya yang kurus dan jangkung muncul di Kantor Kementerian BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Ahok mengaku bertemu Menteri BUMN Erick Thohir selama 1,5 jam. Berbagai persoalan dibahas. Tapi yang paling menonjol soal tawaran Erick kepada Ahok untuk menjabat posisi penting di salah satu BUMN strategis di negeri ini.

Ahok tentu memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjabat posisi penting di perusahaan pelat merah. Pernah jadi bupati, menjadi anggota DPR dan pendidikannya juga cukup mumpuni.

Ahok lulusan pertambangan Universitas Trisakti dan master dari Prasetya Mulya. Apalagi yang diragukan? Posisi di partai pun cukup lumayan. Bukan partai sembarangan tapi partai kampiun Pemilu 2019, PDIP Perjuangan. Diendorse sekali langsung duduk dan simsalabim.

Sejauh ini ada sejumlah posisi direktur utama BUMN yang kosong. Misalnya Bank Mandiri, Inalum, PLN dan Bank BTN. Kalau dilihat dari pendidikannya Ahok cocok untuk menempati jabatan di PLN atau Inalum.

Tapi apalah soal pendidikan, banyak pejabat di Indonesia tak selalu berhubungan dengan latar belakang pendidikan. Yang penting asyik.

Sama halnya dengan dunia pendidikan di Indonesia. Lulusan jurusan tanah menjadi manajer di bank. Lulusan statistik jadi wartawan, dan pendidikan guru jadi menteri koperasi.

Entahlah. Apakah itu kebehasilan pendidikan di Indonesia atau justru kemunduran.

Dari wajahnya yang tersembul dari layar televisi, Ahok terlihat senang sekali dengan rencana jabatan barunya tersebut. Namun sampai saat ini Ahok masih merahasiakan posisi penting dan nama BUMN yang akan dipimpinnya.

"Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja," ujar Ahok.

Kita tunggu kebijakan atau legacy baru Ahok di posisi barunya. Tentu bukan sumpah serapah dan kata-kata kotor yang tidak enak didengar dan permisif bagi anak-anak.

Apakah jabatan barunya ini menjadikan Ahok naik tahta atau justru turun kasta. Kita lihat saja.


0 Komentar