Belum Berempati soal Wamena, Pak Jokowi Apa Masih Dendam Tak Dipilih Orang Minang?
Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

Nasional

Belum Berempati soal Wamena, Pak Jokowi Apa Masih Dendam Tak Dipilih Orang Minang?

Tio Pirnando

Senin, 30 September 2019 01:15 WIB

JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas wafatnya mantan presiden Prancis, Jacques Chirac.  

Terkait itu, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyesalkan Jokowi belum menunjukkan simpatinya terhadap korban meninggal dunia akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Padahal, yang meniggal dunia adalah rakyatnya sendiri.

"Warga asing beliau ucapkan duka cita yang mendalam, rakyaktanya sendiri yang meninggal karena konflik negara, mati nuraninya, sedikit saja ngak ada kata belasungkawa, presiden siapa beliau ini? Melawak," sesal Pangi di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Pria kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat, ini menegaskan, Jokowi terkesan terlalu sibuk bicara kekuasaan, di tengah nyawa warga negara melayang. Padahal, kekuasaan hanya titipan. 

"Begitu mudah nyawa melayang, senyap hampir nggak ada pemberitaan dari kata-kata sedikit rasa empati dan nurani atas nama kemanusian," ujarnya.

Dalam insiden Wamena, mayoritas korban meninggal adalah pendatang, baik Minang, Bugis dan beberapa perantau dari daerah lainnya.

Pangi menduga, alasan Jokowi tak memberikan ucapan belasungkawa kepada perantau, khususnya Minang, karena pada Pilpres 2019 lalu, kalah di Sumatera Barat.

"Kok pelit sekali bapak sebagai presiden mengucapkan sedikit kata-kata belasungkawa duka cita yang mendalam yang punya republik ini. Apakah karena bapak presiden dendam nggak dipilih orang minang, lalu tragedi Wamena tak mau berkata sedikit empat dan duka," tukasnya.

Tags Terkait

BERITA TERKAIT

TRENDING

0 Komentar