Tokoh Ambon Kritik Wiranto karena Sebut Pengungsi Gempa Membebani Pemerintah
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto. FOTO: Istimewa

Daerah

Tokoh Ambon Kritik Wiranto karena Sebut Pengungsi Gempa Membebani Pemerintah

Ibrahim

Kamis, 03 Oktober 2019 13:10 WIB

AMBON, HALUAN.CO - Masyarakat Kota Ambon, Maluku, memprotes pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, karena telah menyebut korban gempa membebani pemerintah.

Tokoh masyarakat Maluku, Mohamad Ongen Sangaji menilai, pernyataan tersebut tidak etis dilontarkan seorang pejabat publik. Masyarakat di daerah terdampak gempa pasti tersinggung.

"Ucapan kalau korban gempa hanya jadi beban pemerintah, itu sangat ngawur," kata Ogen saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10/2019).

Dia mengatakan, bencana gempa bumi yang terjadi belum lama ini di tiga daerah Provinsi Maluku, bukan lah hal yang diinginkan warga. Mereka pun trauma akibat guncangan dahsyat yang menewaskan 34 orang tersebut.

Kalau pun mengungsi panik karena termakan kabar hoaks, kata dia, lantaran alasan trauma pascagempa, sehingga masyarakat tidak bisa membedakan mana kabar benar atau bohong.

"Lagi pula, tidak ada orang yang ingin mengungsi, tinggal di tenda-tenda," ujarnya.

Menyikapi pernyataan tersebut, Ogen meminta Menko Polhukam Wiranto meminta maaf kepada masyarakat Ambon atas pernyataannya itu. Apalagi kondisi sebagian besar warga yang menjadi korban gempa di sana sedang berduka.

"Sebaiknya meminta maaf, apalagi warga sedang mengalami musibah," ujar dia.

Sebelumnya, jumlah korban jiwa terdampak gempa Ambon kembali bertambah menjadi 34 orang per Senin (30/9/2019). Para korban tersebar di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.

Tags Terkait

BERITA TERKAIT

TRENDING

0 Komentar