Ada 698 Hotel Tutup Gegara Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Suasana di Bursa Efek Jakarta di tengah pandemi Covid-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Ada 698 Hotel Tutup Gegara Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan

Travel | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 11:47 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang kini menyerang Indonesia telah membuat keterpurukan dalam berbagai sektor, salah satunya perhotelan. Tercatat, ada ratusan hotel yang tutup sementara dalam satu bulan terakhir ini. 

Imbasnya, ribuan karyawan juga turut dirumahkan atau cuti tak ditanggung akibat tutupnya ratusan hotel tersebut.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ada sekitar 698 hotel di seluruh Indonesia terpaksa tutup lantaran makin meluasnya ancaman Covid-19.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengatakan, 698 hotel yang tutup itu berada di berbagai wilayah, di antaranya Bali, Jawa Barat, DKI Jakarta, Manado, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan yang lainnya.

"Kami baru menerima data resmi bahwa 698 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia akan tutup operasionalnya sementara," kata Hariyadi, dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (1/4/2020).

Adapun terkait dengan restoran yang tutup, Hariyadi mengaku hingga kini belum mendapatkan data lengkapnya.

"Kalau restoran kami belum dapat angka pasti. Jadi belum bisa memberi tahu dan jumlahnya susah dimonitor," ujar dia.

Hariyadi mengaku, dirinya belum bisa memastikan jangka waktu ditutupnya ratusan hotel tersebut. Pasalnya, menurut dia, pemerintah juga telah membatasi aktivitas masyarakat.

"Hotel ini ikutin demand (permintaan). Kalau enggak ada tamu ya sepi. Pemerintah juga meminta tidak ada aktivitas untuk saat ini," jelasnya.

Buka Celah Dikorupsi seperti BLBI, Indef Desak Jokowi Segera Cabut Perppu

Dia mengatakan, para karyawan hotel juga sangat terdampak dengan tutupnya ratusan hotel tersebut. Apalagi, menurutnya, pihak hotel menerapkan cuti di luar tanggungan perusahaan.

Meski begitu, Hariyadi meyakini tidak ada pemutusan kerja atau PHK terhadap para karyawan hotel tersebut.

"Ada yang terima gaji sesuai waktu kerja dan ada yang tidak karena mungkin perusahaan tidak memiliki cash flow," paparnya.


0 Komentar