Ada Negara Lain Ragukan Data Kasus Corona Indonesia, Ketua MPR: Sampaikan Data Akurat dan Valid!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Bambang Soesatyo. (Foto: Ist)

-

AA

+

Ada Negara Lain Ragukan Data Kasus Corona Indonesia, Ketua MPR: Sampaikan Data Akurat dan Valid!

Nasional | Jakarta

Kamis, 09 April 2020 09:20 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali mendesak pemerintah untuk menyampaikan data yang valid terkait kasus virus corona atau Covid-19 di tanah air.

Mengapa ini penting: Untuk menjawab keraguan sejumlah negara asing dan di dalam negeri terhadap data kasus corona yang terjadi di Indonesia.

Konteks:

• Ada pandangan dunia internasional yang meragukan data kasus Covid-19 di Indonesia. Mereka memperkiraan bahwa sebaran wabah virus corona sebenarnya sudah meluas di Tanah Air, namun pemerintah masih kurang tranparan dengan data yang dipaparkan.

• Australia menduga Indonesia melakukan under-reporting atas jumlah pasien terjangkit Covid 19. Apa yang dilaporkan lebih sedikit dari kenyataan. Australia pun menyetop penerbangan Bali-Australia dan melarang warganya berkunjung ke Bali.

• Kritik keras yang dilontarkan sutradara asal Kanada Daniel Ziv kepada Menkes RI Terawan Agus Putranto yang memamerkan pasien sembuh Covid-19 kepada publik.

• Statement seorang profesor dari Universitas Essex, Inggris, seperti dikutip Daily Mail London bahwa Pemerintah Indonesia hanya melakukan 2000 test covid dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa. Menurut profesor itu, separuh populasi Indonesia akan terinfeksi virus dan Indonsia bisa mendapat predikat sebagai negara dengan angka kematian tertinggi di dunia.

• Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) mengatakan bahwa sekitar 70.000 warga Indonesia diprediksi akan terinfeksi virus Covid-19.

• Pernyataan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengakui adanya ketidaksingkronan data pasien positif virus corona (Covid-19) yang disampaikan pemerintah dengan kenyataan di lapangan.

Apa katanya: "Data yang disebar luaskan kepada masyarakat haruslah data yang valid dan akurat. Hal ini bisa membuat pemerintah dapat menentukan sikap atau keputusan yang akan diambil berikutnya," kata Bamsoet, di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Bagaimana ke depan:

• Pemerintah diminta memaparkan data Covid-19 yang valid sesuai dengan realita.

• Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk aktif mendata persebaran virus Covid-19. Mulai dari Puskesmas, klinik dan rumah sakit.

• Meningkatkan koordinasi dalam menghitung data Covid-19, baik baik berstatus ODP, PDP, positif corona, hingga jumlah yang meninggal. Dengan demikian, data yang disebar luaskan kepada masyarakat adalah data yang valid dan akurat.

• Dengan data yang akurat dan valid, bisa dijadikan pemerintah untuk menentukan sikap atau keputusan yang akan diambil berikutnya.

Penanganan corona:

• Pemerintah agar terus melakukan rapid test maupun PCR test hingga mencapai target zero infectant.

• Pemerintah untuk lebih giat dalam menanggulangi pandemik corona, baik dari ketersediaan kelengkapan kesehatan yang memadai di seluruh Indonesia.

• Memastikan jumlah SDM tenaga medis mencukupi.

• Memberikan jaminan keselamatan kerja kepada masyarakat yang masih diharuskan bekerja.

Ketua MPR Minta Pemerintah Sampaikan Data Kasus Corona Sesuai Kenyataan

• Melakukan sosialisasi terkait regulasi yang berkaitan dengan penanganan virus corona, sehingga masyarakat tidak bingung dalam menentukan sikap karena sudah ada aturan yang jelas.

• Semua institusi Pemerintah, Stakeholder, dan masyarakat harus berperan dalam melawan dan memutus mata rantai virus corona.

• Masyarakat untuk proaktif melaporkan kepada pihak yang berwenang jika mengetahui jika ada masyarakat di lingkungannya yang terpapar virus corona.


0 Komentar