Adu Strategi Hotel di Tengah Pandemi Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Hotel bisa digunakan untuk isolasi mandiri. (Ilustrasi: Haluan)

-

AA

+

Adu Strategi Hotel di Tengah Pandemi Corona

Suara Mahasiswa | Jakarta

Minggu, 17 Mei 2020 12:25 WIB


Virus corona telah melumpuhkan berbagai sektor termasuk sektor perhotelan. Bagaimana strategi yang perlu dilakukan pihak hotel agar tidak kolaps di tengah pandemi?

MEREBAKNYA virus corona baru (Covid-19) membawa dampak yang signifikan atas sektor perhotelan. Bahkan, imbasnya adalah sektor ini menjadi lumpuh dan tidak seramai biasanya. Misalnya saja seperti dilansir dari situs Katadata disebutkan jika Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat sekitar 1.642 hotel tutup hingga per 13 April 2020 lalu.

Tidak dapat dipungkiri bila jumlah tersebut akan terus meningkat bila wabah corona semakin meluas. Dengan demikian, penghasilan dan pendapatan hotel bisa menurun drastis bahkan nihil karena menurunnya tingkat kunjungan dan reservasi.

Sebenarnya, pihak hotel pun tidak tinggal diam dalam menghadapi wabah ini dan berusaha bagaimana caranya agar hotel tetap memiliki pendapatan. Di tingkat manajerial, para pimpinan hotel juga perlu berhati-hati dalam mengambil strategi maupun kebijakan yang akan diambil.

Diskon dan Banting Harga Kamar

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan diskon kepada para tamu hotel untuk tiap reservasi kamar. Meski begitu, dalam memberikan potongan maupun banting harga ini harus diperhatikan aspek cost management-nya.

Mengapa demikian? Sebab jika hotel memberikan harga yang justru anjlok, akan berdampak buruk dari sisi keuangan dan menimbulkan kerugian. Biasanya, pihak hotel untuk weekdays bisa memberikan potongan harga misalnya mulai dari 10 persen hingga 25 persen. Hal yang sama juga bisa ditambahkan pada saat weekend. Meski mengalami penurunan harga, bukan berarti penurunan kualitas pelayanan.

Untuk pelayanan sendiri harus tetap berjalan dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah menjadi standar hotel. Cara lainnya juga bisa dilakukan dengan memberikan potongan khusus bagi para tamu yang melakukan reservasi melalui travel agent online.

Catatan lain adalah, ketika hotel memberlakukan tarif sewa kamar dengan memberikan diskon, maka perlu diperhatikan pula harga yang ‘pantas’ dan tidak ‘mematikan’ harga pasaran. Bila harga diskon yang ditawarkan dinilai mengancam hotel lainnya dengan kelas yang sama maka bukan tidak mungkin hotel akan mendapatkan reputasi yang buruk di mata penyelenggara usaha hotel. Meskipun hal itu sebenarnya mendapatkan apresiasi di mata para tamu.




View this post on Instagram

Maskapai penerbangan China tawarkan harga tiket pesawat dengan diskon besar-besaran. Berlaku untuk rute domestik pada Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 sampai 5 Mei 2020 mendatang.⁣ ⁣ Obral tiket pesawat ini dilakukan untuk menggaet wisatawan lokal usai lockdown (penutupan akses wilayah) dicabut di beberapa kota di Negeri Tirai Bambu.⁣ ⁣ Lebih lanjut, obral harga tiket diberikan dengan berbagai skema. Mulai dari promo diskon, beli satu gratis satu, tiket seharga sayuran, hingga skema "kotak ajaib".⁣ ⁣ China Southern Airlines cabang Xinjiang menawarkan harga hanya 20 persen dari harga tiket normal. Dikutip dari CNN Indonesia, harga tiket penerbangan Beijing-Yantai dengan jarak 700 kilometer dibanderol dengan harga 80 renminbi China atau US$11 setara Rp170.500 per penumpang (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS). Harga itu setara 90 persen dari penawaran normal.⁣ ⁣ Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ #haluanmediagroup #haluandotco #haluan #beritahariini #beritanasional #viral #trending #heboh #coronavirus #waspadacorona #dirumahaja #haluanupdatecorona #janganpanikhadapicorona #bersatucekalcorona⁣

A post shared by Haluan Media Group (@haluandotco) on


Menyediakan Paket Karantina

Pandemi corona membuat sebagian orang perlu untuk melakukan isolasi mandiri. Terlebih lagi bagi orang-orang yang berada di zona merah maupun mereka yang baru tiba dari zona tersebut. Isolasi mandiri haruslah dilakukan dengan senyaman mungkin. Tujuannya adalah agar orang tersebut tidak mudah stres dan dapat mengganggu kesehatan selama masa karantina mandiri. Salah satu cara terbaiknya adalah melakukan karantina mandiri di hotel.

Hotel pun perlu melihat jeli peluang tersebut dengan menyediakan paket isolasi maupun karantina mandiri. Strategi seperti ini memang diambil oleh hotel-hotel besar. Misalnya saja seperti yang diterapkan pada Hotel Santika dan Swiss-Belinn Hotel. Paket yang ditawarkan kepada pengunjung maupun masyarakat yang ingin melakukan isolasi maupun karantina mandiri tidaklah dilakukan secara sembarangan. Melainkan harus sesuai dengan standar kesehatan yang ketat.

Misalnya saja pada saat tamu tiba akan diperiksa suhu tubuhnya. Kemudian, selama menginap tamu tersebut mendapatkan perhatian medis. Begitu pula dengan para staf dan petugas hotel yang siap mengatur transfer medis ke rumah sakit bila diperlukan.

Kebersihan kamar dan seluruh fasilitas hotel tidak luput dari perhatian. Contohnya saja sterilisasi dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala untuk menjaga ruangan dan fasilitas tetap sehat. Termasuk menyajikan makanan yang penuh gizi yang diperlukan tubuh tetap sehat dan fit selama karantina. Para staf hotel juga perlu dibekali dengan pengetahuan tambahan melalui pelatihan singkat oleh praktisi kesehatan.

Dalam hal ini, pihak hotel sebenarnya bisa bekerjasama dengan pihak pemerintah daerah. Misalnya untuk program karantina mandiri bagi para pemudik. Apabila pihak hotel ingin melakukan kerjasama terkait hal ini, maka harus diperhatikan dengan benar prosedur maupun cost management.

Oleh karena itu, pihak hotel hendaknya perlu melakukan pendekatan yang baik agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Baik itu untuk pihak hotel maupun pihak pemerintah daerah dan memberikan win win solution di tengah pandemi corona.

Memaksimalkan Resto

Apabila cara di atas dinilai masih belum bisa menutupi pemasukan hotel pada saat pandemi corona, maka bisa dengan memaksimalkan bidang resto. Memang, sebagian hotel sebelum terjadinya pandemi corona juga banyak yang memanfaatkan bidang ini untuk menarik calon tamu maupun pengunjung. Akan tetapi, pada saat seperti saat ini memaksimalkan resto adalah hal yang tepat.

Pasalnya, sebagian besar orang yang menjalani social distancing juga membutuhkan kebutuhan dasar mereka yakni makan. Namun, di sisi lain mereka juga akan sulit untuk keluar rumah. Di sini, pihak hotel bisa memberikan layanan pesan antar makanan tanpa harus keluar rumah. Selain itu harganya pun terjangkau. Strategi memaksimalkan resto seperti ini dilakukan oleh Hotel Luminor dan 88 ITC Fatmawati Jakarta yang berada di bawah jaringan Waringin Hospitality Hotel Group.

Hotel-hotel tersebut memberikan layanan berupa paket ‘Catering di Rumah Aja’. Adapun persyaratannya adalah berada dalam area satu kota dengan hotel dengan jarak maksimal 5 kilometer. Tidak hanya itu saja, beberapa hotel juga membuka layanan drive thru bagi para pembeli maupun pengunjung yang ingin membeli secara langsung.

Selain itu, dengan adanya layanan ini pun dapat mengurangi kontak fisik secara langsung yang dikhawatirkan menjadi sarana penyebaran virus.Kemudian, semua aspek resto juga haru memenuhi standar kesehatan seperti kemasan, kebersihan bahan, dan sebagainya.

Memanfaatkan Layanan Jasa Laundry

Selain menawarkan paket catering melalui layanan pesan antar, strategi yang diterapkan oleh sebagian hotel lainnya adalah dengan memaksimalkan layanan jasa laundry. Sebagian besar hotel tentu memiliki layanan laundry bagi para tamu. Akan tetapi, bila tidak ada tamu pihak hotel pun membuka jasa cuci tersebut kepada masyarakat umum. Tujuannya tidak lain agar pendapatan hotel tetap ada.

Hal ini misalnya seperti dilakukan oleh Hotel Indonesia Group yang ada di beberapa daerah di tanah air. Khususnya untuk kota besar seperti di Surabaya dan sebagian Bali. Para pengguna jasa laundry tersebut bisa mengantar dan mengambil kembali cucian mereka setelah selesai. Meski begitu, agar lebih menarik perhatian pihak hotel juga memiliki layanan antar jemput laundry untuk pelanggan berjarak 3-5 kilometer.

Setidaknya, strategi di atas diambil oleh sebagian besar hotel dan jaringannya di Indonesia. Diharapkan dengan cara dan strategi di atas dapat secara perlahan menutupi biaya operasional hotel di tengah pandemi.

Sebab, saat ini tidak semua tipe kamar dalam satu hotel dipasarkan secara penuh. Hanya sebagian saja, bahkan ada hotel yang benar-benar menutup layanan mereka hingga pandemi corona mereda.


Penulis: Rima Fiwandha

Mahasiswa D3 Perhotelan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur. Penulis dapat dihubungi via email di [email protected]


0 Komentar