Agar Tepat Pemakaiannya, Kenali Beberapa Jenis Masker dan Fungsinya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi penggunaan salah satu jenis masker. (Foto: Shutterstok)

-

AA

+

Agar Tepat Pemakaiannya, Kenali Beberapa Jenis Masker dan Fungsinya

Health | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 17:20 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO – Masker menjadi salah satu barang yang dibutuhkan di tengah pandemi virus corona. Saat ini, hampir semua orang di dunia menggunakan masker untuk melindungi wajah.

Namun, pandemi menyebabkan ketersediaan masker menjadi langka di pasaran. Bahkan tenaga medis pun kekurangan masker. Kelangkaan ini disebabkan kepanikan sebagian warga yang lantas berbondong membeli masker bedah.

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) sudah pernah menyatakan bahwa penggunaan masker medis atau masker bedah diperuntukkan bagi pasien dan tenaga medis.

Senada, Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan, masker kain saja sudah cukup efektif digunakan untuk kalangan masyarakat umum. Asalkan, tetap patuh terhadap aturan jaga jarak fisik minimal dua meter terutama bila ada yang batuk atau bersin.

“Masker bedah bisa dipakai masyarakat jika ada gejala flu. Sedangkan bagi tenaga medis ini dipakai berada di fasilitas kesehatan,” jelas Erlina.

Berikut jenis-jenis masker dan perbedaan kegunaan serta efektivitas masing-masing yang dipaparkan Erlina:

Masker kain

· Hanya boleh digunakan masyarakat umum dengan kondisi sehat.

· Sebaiknya jangan dipakai tenaga medis, karena 40-90 persen dari partikel dapat tembus.

· Dipakai di tempat umum ataupun fasilitas publik lainnya, asalkan tetap jaga jarak.

· Lebih bagus lagi jika dikombinasikan dengan pelindung wajah.

· Bisa dipakai berulang-ulang, asalkan dicuci dengan menggunakan deterjen dan air hangat.

· Menyaring atau melindungi dari droplet besar, tidak dengan droplet yang kecil, juga tidak dapat melindungi dari partikel yang aerosol atau airborne.

· Efektivitas filtrasinya 10 hingga 60 persen untuk mencegah partikel berukuran 3 mikron.

Masker Bedah

· Bisa dipakai masyarakat yang sedang mengalami flu, influenza, batuk-batuk, bersin-bersin, hidung berair, demam, nyeri tenggorok atau gangguan kesehatan lainnya.

· Digunakan tenaga medis yang berada di fasilitas pelayanan kesehatan.

· Melindungi dari droplet kecil atau besar, tetapi tidak bisa melindungi dari partikel yang aerosol dan airborne.

· Efektifitas filtrasinya dapat mencegah 30-95 persen partikel berukuran 0,1 mikron, akan tetapi tetap ada kebocoran dari samping kiri dan kanan.

· Penggunaaan sekali pakai, durasinya tergantung pada kondis. Jika sudah basah, maka harus segera diganti.

Masker N95

· Hanya digunakan tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien yang memiliki tingkat infeksi tinggi.

· Pelindung dari droplet maupun partikel yang berupa aerosol dan airborne.

· Efektivitas filtrasinya di atas 95 persen terhadap partikel berukuran 0,1 mikron.

· Tidak ada kebocoran bila dipakai dengan tepat.

· Jika terjadi kelangkaan, bisa dipakai berulang dengan tata cara khusus misalnya, dijemur di bawah sinar matahari.

Face Respirators

· Digunakan pekerja yang berisiko terkena gas beracun, kebanyakan pada industri.

· Melindungi dari droplet, aerosol, airborne.

· Efektivitas filtrasinya sampai di atas 99 persen untuk partikel berukuran 0,1 mikron.

· Tidak ada kebocoran sama sekali jika tepat pemakainnya.

· Dapat dipakai berulang dengan catatan harus dibersihkan dengan disinfektan.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar