Agus Suparmanto, dari Santri ke Dunia Usaha dan Politik
Agus Suparmanto. (Foto: Instagram)

Sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto kini menjadi salah satu menteri yang sibuk memastikan ketersediaan pangan di tengah wabah corona yang melanda.

SEMPAT menjadi kejutan saat namanya muncul dalam pengumuman menteri di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Agus Suparmanto nampaknya hanya ingin menunjukkan kinerja kepada masyarakat. Tak banyak informasi terkait kehidupan pribadi maupun pandangan hidup Agus Suparmanto.

Agus mungkin hanya ingin fokus pada tugas yang diembannya. Terutama saat kondisi ekonomi penuh dengan ketidakpastian saat ini sebagai imbas perang dagang disusul dampak wabah virus corona yang melanda seluruh dunia.

Sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto kini menjadi salah satu menteri yang sibuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok.

Apalagi, dengan kebijakan Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang membuat harga-harga sejumlah produk melonjak drastis dan timbulnya panic buying. Agus mengecek langsung stok bahan pokok, memantau dan mengontrol perkembangan pangan di ritel dan pasaran.

Agus pun menjamin stok kebutuhan pangan tercukupi hingga beberapa bulan ke depan. Karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan, tak perlu berlebihan. Pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga pasokan dan harga kebutuhan bahan pokok.

Santri yang Pengusaha

Agus Suparmanto menghabiskan masa kecilnya hingga kuliah di Jakarta. Pendidikan strata satunya diperoleh dari Universitas Nasional, Jakarta. Namun, tak terlalu banyak yang tahu, Agus Suparmanto ternyata dulu seorang santri pondok pesantren di Jawa Timur.

Tak heran, saat peringatan Hari Santri 2019 di Jawa Timur beberapa waktu lalu, Agus ikut diundang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat itu memperkenalkan Agus Suparmanto yang pernah mondok di Tulungagung, Jawa Timur.

Meski alumni santri, Agus ternyata lebih memilih karier sebagai pengusaha. Dari beberapa sumber, ia merupakan pengusaha profesional dan CEO di berbagai perusahan.

Agus juga merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) yang pernah menggarap proyek pembangunan dok kapal di Manggar, Belitung Timur, yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Rahmat Santoso yang mengaku pernah menjadi teman satu pondok mengatakan, Agus Suparmanto adalah seorang santri yang berjiwa pengusaha. Namun, Agus tetap mendengarkan pesan dan ajaran para kiai agar para santri bisa terus meningkatkan kemampuan untuk mengisi pembangunan, menghilangkan kemiskinan dan membangun kesejahteraan rakyat.

Karena itu, Agus terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia ingin mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk membangkitkan perekonomian bangsa, khususnya rakyat kecil dan santri. Jabatan Mendag yang diemban Agus, kata Ramat Santoso, tak lepas dari segudang pengalaman yang ia miliki.

Selain pengusaha dan politisi, Agus Suparmanto juga aktif pada kegiatan organisasi keolahragaan. Pada 2014, ia ditunjuk sebagai Ketua Umum PB IKASI (Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) periode tahun 2014-2018 dan berlanjut lagi pada periode 2018-2022.

Agus juga dipercaya menjadi Wakil Presiden FCA (Fencing Confederation Of Asia/konfederasi Anggar seluruh Asia) periode tahun 2017- 2020. Ia terpilih melalui General Assembly di Tokyo, Jepang.

Saat dipanggil ke Istana oleh Presiden, namanya tidak sepopuler nama calon-calon menteri lainnya. Bahkan, di sektor perdagangan pun, namanya tidak begitu familiar. Namun, ia menegaskan dirinya dari PKB kepada wartawan yang menunggu pernyataan calon menteri saat itu.

Agus yang resmi dilantik sebagai Menteri Perdagangan di Istana Negara, Rabu (23/10/2019) menggantikan politisi Nasdem, Enggartiasto Lukita, memiliki tantangan untuk meningkatkan ekspor Indonesia yang dalam kondisi tren menurun.

Ketika sertijab dengan Enggartiasto, Agus kembali sempat menjadi perbincangan karena ia tak kunjung menemui media untuk menyampaikan kata sambutan maupun pernyataan resminya sebagai Mendag yang baru. Agus justru memilih untuk bergegas meninggalkan Kantor Kementerian Perdagangan melalui pintu samping gedung tersebut.

Dalam beberapa bulan menjadi menteri, Agus memang telah melakukan beberapa terobosan dalam upaya peningkatan ekspor, relaksasi impor bahan baku, penguatan produk dalam negeri untuk meningkatkan daya saing serta mengamankan pasar dalam negeri guna melindungi konsumen dan pelaku usaha.

“Untuk meningkatkan ekspor sesuai dengan arahan Bapak Presiden @jokowi, kami akan melakukan terobosan-terobosan pasar dengan memperluas akses pasar internasional, menguatkan fungsi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center agar lebih profesional, lebih meningkatkan strategi diplomasi perdagangan, menyelesaikan hambatan-hambatan perdagangan, dan lebih proaktif dalam memasarkan produk-produk Indonesia. Selain itu, saya mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang sudah cukup mapan untuk menggandeng UMKM sehingga ekspor mereka bisa bertambah, sekaligus membantu para UMKM ini agar naik kelas dan lapangan kerja semakin banyak tercipta,” ujar Agus dalam akun instagramnya @agusuparmanto.

Namun, tugas Agus nampaknya akan semakin berat dengan kondisi wabah corona yang melanda. Mudah-mudahan Agus bisa membuat terobosan dalam menghadapi ujian yang dihadapi bangsa saat ini.

Tentu bukan sekadar terobosan tetapi bagaimana agar kapal bernama Indonesia tidak karam.