Akhir Pekan, Car Free Day Jadi Tren Gaya Hidup Warga Kota Padang
Suasana car free day di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang. (Foto: Haluan.co/Milna Miana)

PADANG, HALUAN.CO - Hari Minggu menjadi pagi yang berbeda bagi warga Kota Padang. Alasannya jalanan Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tepatnya di kawasan Khatib Sulaiman ditutup dari kendaraan bermotor karena digelar Car Free Day (CFD).

Hari bebas kendaraan bermotor atau CFD ini menjadi salah satu kebijakan yang dianggap suatu sumbangsih kecil warga Kota Padang untuk mengurangi volume polusi udara.

Kesempatan seperti Minggu (15/12/2019), secara otomatis menjadikan Minggu pagi sebagai suatu tren gaya hidup maupun alternatif menarik yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berolahraga maupun mengisi liburan akhir pekan.

Moment CFD menjadi waktu yang tepat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan olahraga outdoor, seperti Jogging, jalan sehat, bersepeda ria hingga senam dan aneka kegiatan lain yang dibuat oleh komunitas tertentu.

Jika di hari biasa jalanan dipenuhi kendaraan bermotor, maka di Minggu ini masyarakat Kota Padang yang membanjiri jalanan Khatib Sulaiman hingga Simpang Lamun Ombak.

Tujuan utama warga datang ke CFD tentu sebagian besar adalah untuk berolahraga. Walau banyak juga warga yang datang hanya untuk berfoto-ria dan bersantai bersama keluarga dan kerabat menikmati udara pagi hari dan memanfaatkan fasilitas yang ada di lapangan Merdeka.

Tentunya seluruh aktifitas yang dilakukan warga ini sangat diapresiasi Pemko Padang dan Pemprov Sumbar, sebab CFD benar-benar dimanfaatkan seluruh warga kota Padang.

Di samping berolahraga, suasana CFD juga dimanfaatkan sejumlah masyarakat maupun organisasi serta komunitas untuk melaksanakan kegiatan sosial yang melibatkan Dinas Kesehatan Sumbar, seperti pelayanan kesehatan diantaranya cek gula darah, kolesterol, asam surat serta tensi.

Kehadiran mereka langsung dimanfaatkan sejumlah warga, usai berolahraga, warga pun mendatangi pelayanan tersebut untuk memeriksakan kesehatannya.

Salah satu warga Kota Padang, Melisa (27) mendukung digelarnya CFD. Dia berharap ke depan agar kegiatan ini semakin diminati masyarakat. Selain itu, dia juga meminta kepada instansi terkait agar terus melakukan inovasi dan melibatkan stakeholder untuk mengisi berbagai kegiatan di ajang CFD.

"Gandeng Stakeholder untuk mengisi dan menambah kemeriahan CFD, jangan monoton dan menjemukan. sehingga masyarakat akan semakin tertarik ikut CFD," kata Melisa.

Warga lainnya, Iqbal (25). Menurut dia, CFD merupakan kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mengurangi ketergantungan menggunakan kenderaan bermotor. Selain menyebabkan polusi udara, kenderaan bermotor juga memicu terjadinya kemacetan.

"Saya setuju dengan kegiatan CFD ini, karena masyarakat jadi gemar berolahraga sehingga bisa membuat tubuh senantiasa sehat dan bugar serta dapat kembali bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari," ungkap Iqbal.


Foto: Milna Miana