Alami Nyeri Tak Tertahankan Saat Haid? Kenali Sebabnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Sakit saat menstruasi sangat mengganggu (Foto: Pixabay)

-

AA

+

Alami Nyeri Tak Tertahankan Saat Haid? Kenali Sebabnya

Health | Jakarta

Sabtu, 08 Februari 2020 17:20 WIB



JAKARTA, HALUAN.CO – Nyeri saat haid atau dismenore adalah hal yang sering terjadi pada sebagian besar wanita. Nyeri dapat terasa ringan atau tidak mengganggu. Namun, nyeri haid berat yang dirasakan di masa menstruasi atau nyeri menetap dan semakin berat setelah menstruasi dapat menandakan adanya penyakit atau kondisi tertentu.

Nyeri haid umumnya dirasakan sebagian wanita pada awal masa menstruasi. Pada beberapa wanita, rasa sakit di perut bagian bawah ini tidak begitu terasa hingga mereka tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, sebagian lain merasakan nyeri yang tidak tertahankan hingga tidak mampu melakukan apa pun.

Berikut ini penyebab sehingga seorang wanita mengalami nyeri yang tak tertahankan saat haid, rangkum dari berbagai sumber.

1. Kontraksi

Sepanjang waktu, terjadi kontraksi halus pada otot dinding rahim yang umumnya tidak terasa. Namun pada masa menstruasi, kontraksi ini menjadi makin kencang sebagai bagian dari peluruhan dinding rahim saat haid.

Kontraksi tersebut menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutuskan suplai darah dan oksigen ke rahim. Ketiadaan oksigen inilah yang menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menciptakan rasa nyeri.

Rasa nyeri semakin buruk karena tubuh juga mengeluarkan bahan kimia bernama prostaglandin yang memicu otot rahim terus berkontraksi lebih banyak. Prostaglandin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh wanita dan dapat menyebabkan banyak gejala yang berhubungan dengan ketidaknyamanan saat menstruasi.

2. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika sel-sel yang menyelubungi rahim mulai tumbuh di luar rahim, seperti ovarium atau tuba falopi. Sel ini bisa menimbulkan rasa sakit yang berat ketika meluruh.

3. Radang panggul

Infeksi yang bisa mengakibatkan peradangan atau inflamasi pada rahim, ovarium, dan tuba falopi.

4. Adenomiosis

Adonomiosis merupakan kondisi jaringan lapisan paling dalam rahim mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim, sehingga menimbulkan nyeri saat haid.

5. Fibroid

Fibroid merupakan tumor yang tidak bersifat kanker di dalam rahim dan dapat membuat menstruasi Anda terasa menyakitkan.

6. Intrauterine device (IUD)

IUD merupakan kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim ini terkadang dapat menyebabkan nyeri haid, terutama di masa awal pemasangan.

7. Stenosis leher rahim

Stenosis leher rahim merupaakan pembukaan pada leher rahim beberapa wanita sangat kecil, sehingga menghambat aliran darah untuk keluar saat haid. Kondisi ini menyebabkan tekanan yang menyakitkan di dalam rahim.

Penanganan

Selain mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit, umumnya nyeri haid dapat diredakan secara mandiri dengan pijatan, mandi air hangat, minuman hangat, berbaring dengan kaki diangkat, atau menempelkan koyo pada bagian yang sakit.

Nyeri haid tidak bisa dianggap sepele. Anda harus segera periksakan diri ke dokter jika terjadi perdarahan berlebihan, periode menstruasi lebih lama dari biasanya, disertai demam, terdapat keputihan yang tidak normal, nyeri timbul tiba-tiba dan terasa intens pada panggul, serta adanya tanda-tanda infeksi seperti demam atau menggigil dan nyeri tubuh saat menstruasi.


Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar