Amien Rais Bicara soal Kasus Korupsi Asabri: Jokowi Jangan Warisi Kami Masalah!
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. (FOTO: Tribunnews.com)

SURABAYA, HALUAN.CO - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, berbicara kasus dugaan korupsi di Yayasan Asuransi ABRI (Asabri) saat memberikan sambutan di Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III DPW PAN Jawa Timur di Hotel Shangri La Surabaya, Minggu (12/1/2020).

Amien meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menuntaskan kasus tersebut. Dirinya juga berharap, Jokowi tidak memberikan warisan masalah-masalah lagi di akhir pemerintahannya nanti pada 2024.

"Saya mengharap supaya tahun 2024 supaya jangan sampai lebih parah lagi. Karena saya tahu merusak itu mudah, membangun itu luar biasa sulitnya," kata Amien.

Mantan Ketua Umum DPP PAN itu mengatakan, Jokowi harus memberikan warisan yang baik kepada penerusnya nanti di 2024. Untuk itu, segala masalah yang ada harus diselesaikan, bukan justru menambah masalah yang baru.

"Jangan sampai Pak Jokowi meninggalkan kursi presiden dengan keadaan lebih buruk. Nanti kasihan yang akan meneruskan. Itu pikiran orang beriman," ujarnya.

Amien mengaku prihatin dengan terjadinya peristiwa besar belakangan ini. Selain kasus Asabri, menurutnya, juga ada masalah Jiwasraya dan operasi tangkap tangan (OTT) KPK kepada komisoner KPU, Wahyu Setiawan.

"Itu (OTT Wahyu Setiawan) bagi saya berita besar. Yang kedua Jiwasraya itu skandal yang cukup besar. Eh belum selesai ada PT Asabri, Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri)," ungkap Amien.

Amien kemudian mengutip apa yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD terkait kasus dugaan korupsi di Asabri.

"Kata Mas Mahfud MD itu lebih besar dari Jiwasraya. Paling enggak Rp10 triliun bahkan dikatakan kejadian anjloknya tahun 2019. Dari 100 persen sekarang tinggal 10 persen, 90 persen asetnya itu amblas," paparnya.

Pemerintah Tolak Jiwasraya Dipansuskan, HNW: Saya Jadi Curiga

Seperti diberitakan, Menkopolhukam Mahfud MD menyebut, ada dugaan korupsi di atas Rp10 triliun dari uang yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI itu di Asabri.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp10 triliun itu," kata Mahfud, pada Jumat (10/1/2020).