Andre Rosiade Langsung "Kalap" di Sumbar, Ini Alasannya
Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. (Foto: Tribunnews)

JAKARTA, HALUAN.CO - Hanya berselang hari setelah ditetapkan sebagai ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Sumatra Barat, Andre Rosiade langsung membuat gebrakan yang membuat panas di Sumbar.

Adre menjadi ketua DPD Gerindra Sumbar menggantikan Nasrul Abit, wakil gubernur yang mencalonkan diri untuk Pilgub 2020.

Andre yang juga anggota Komisi BUMN dan Koperasi ( Komisi VI) DPR langsung mengeluarkan perintah kepada kadernya di DPRD Sumbar dan DPRD Kota Bukittinggi untuk menginisiasi hak interpelasi. Hak bagi anggota dewan yang paling tinggi dan bila terbukti bisa berujung pemakzulan.


Sasaran tembak hak interpelasi pertama ditujukan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang dituding terlalu doyan jalan-jalan ke luar negeri tapi hasilnya dianggap nihil.

"Kami menanyakan dana APBD puluhan miliar yang digunakan untuk kunjungan ke luar negeri hampir tiap bulan tetapi tanpa hasil," ujar Andre.

Interpelasi kedua ditujukan kepada Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmartias. Ramlan dituding menaikan retribusi Pasar Aur Kuning hingga 600 persen tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya Andre sudah mengirim surat ke Walikota Ramlan. Surat itu dikirimkan Andre setelah dia menerima audiensi dari Perkumpulan Pedagang Aur Kuning (PPAK) yang dikoordinir Aldrian Riyadi, Kamis (5/12/2019).

Dalam audiensi tersebut seperti dikutip dari detikcom, Andre mengatakan PPAK yang memiliki anggota hingga 4.000 orang ini menyampaikan beberapa persoalan mendasar yang membuat para pedagang Pasar Aua Kuning dirugikan sejak diberlakukannya Peraturan Wali Kota Bukittinggi Nomor 40 dan 41.

"Persoalan tersebut antara lain kenaikan retribusi yang sangat besar hingga 600 persen sejak Januari 2019," ujarnya.

"Kedua, terkait dengan penyegelan toko/kios yang dilakukan sejak tanggal 26 November 2019 dan intimidasi kepada para pedagang. Ketiga, terkait dengan pembekuan kartu kuning yang tidak lagi dapat dipindahtangankan (balik nama) dan digunakan sebagai agunan ke pihak bank," papar Andre dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019).

Sampai sejauhmana gebrakan Andre kepada gubernur Sumbar dan Walikota Bukuttinggi. Sepertinya bakal panjang.

Adanya percakapan dan perbincangan di media sosial yang melontarkan tembak mati untuk Andre sepertinya tidak bisa dianggap sepele. Perlawanan sepertinya bakal muncul.

BACA JUGA: undefined Wacana Interpelasi Gubernur Sumbar Berujung Panas Pda Pernyataan soal Tembak M

Bahkan mulai muncul yang mendedahkan "dosa-dosa" Andre....

Ehmmm....ati Andre