Anggur dan Apel dari China Dimusnahkan di Batam
Anggur dan apel impor dari China dimusnahkan di Batam. (Foto: Noviwandra/HMG)

BATAM, HALUAN.CO - Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan anggur dan apel dari China karena tidak dilengkapi dokumen atau sertifikat kesehatan.

Buah impor dari China yang dimusnahkan itu sebanyak 8.330 kilogram apel dan 8.640 kilogram anggur dari China. Total lebih kurang sebanyak 17 ton.

Seperti dilaporkan Haluankepri.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Batam, pemusnahan itu dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Kecamatan Nongsa, Batam, Rabu (05/02/2020).

Hadir dalam acara itu Bea Cukai Batam, Syahbandar, BP Pelabuhan Laut, Kejari Batam, Karantina Ikan Batam, Dinas Pertanian Pangan Kota Batam, Dinas perdagangan, serta pemilik barang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Klas I Batam Ir. Joni Anwar, M.MA mengungkapkan, pemusnahan tersebut untuk mencegah masuk maupun tersebarnya organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) ke Batam dan termasuk dampaknya terhadap manusia.

“Pemusnahan ini kita lakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya virus serta organisme pengganggu tumbuhan karantina. Bahkan tak tertutup kemungkinannya berdampak kepada manusia dan makhluk hidup lainnya,” sebut Joni Anwar.

Pemusnahan komoditi pertanian itu menurut dia, sudah sesuai peraturan yang berlaku yang diatur dalam UU Nomor 21 tahun 2019 terkait karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Artinya apa, buah-buahan itu telah dikirim dari negara China melalui perusahaan pengimpor. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan terhadap isi kontainer, si pemilik barang tidak bisa menunjukan PC (phytosanitari certificate) dari negara asal,” ungkapnya.

Karena itu, harus dilakukan pemusnahan sesuai dengan amanah dari UU 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, Ikan dan tumbuhan.

“Bahkan tak terhindarkan dengan maraknya masalah virus corona saat ini, maka pemusnahan harus dilakukan,” pungkasnya.