Angka Kematian Covid-19 Amerika Serikat Bisa Capai 200.000 dan Jutaan Kasus Infeksi
Tenaga medis membantu pasien Covid-19. (Foto: ABC News)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pakar penyakit infeksi terkemuka Amerika Serikat, Anthony Fauci mengatakan Negeri Paman Sam ini bisa mengalami lebih dari 100.000 angka kematian dan jutaan kasus infeksi dari pandemi virus corona.

Sebagaimana diketahui hingga Minggu pagi (29/3), tercatat sekitar 125.000 kasus COVID-19 di AS, lebih dari 2.100 orang diantaranya meninggal dunia.

Anthony Fauci kepada CNN dalam acara televisi "State of the Union", Minggu (29/3) menawarkan prognosisnya terkait kebijakan pemerintah federal agar mempertimbangkan kembali pedoman jarak sosial di daerah-daerah yang belum begitu banyak terinfeksi oleh wabah ini. Menurutnya ada peluang 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus.

"Saya akan mengatakan antara 100.000 dan 200.000 kasus (kematian). Kita akan memiliki jutaan kasus. Saya pun tidak ingin ditahan untuk itu karena pandemi adalah target yang bergerak," katanya.

Per hari Senin, 30 Maret 2020 mengutip data worldometers.info, tercatat 142.178 kasus positif di Amerika Serikat dengan 2.484 diantaranya meninggal dunia.

Hal ini sebagai bentuk penolakannya terhadap kebijakan Presiden AS, Donald Trump terkait imbauan untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah perebakan virus corona dapat dilonggarkan.

Apalagi, Trump minggu lalu mengatakan bisnis di Amerika akan dibuka kembali dan mulai bersiap menyambut Paskah, 12 April mendatang.

Fauci mengatakan ia hanya akan mendukung pelonggaran perlindungan anti-virus corona di daerah-daerah yang belum terkena dampak yang besar jika ada peningkatan alat pengujian untuk memantau daerah-daerah itu.

Hal senada juga disampaikan Direktur Pusat Keamanan Kesehatan di John Hopkins University, Dr. Thomas Inglesby yang juga menetang pernyataan Trump.



Sebelumnya, otoritas kesehatan Amerika merekomendasikan untuk melakukan social distancing guna memperlambat perebakan virus sedianya berakhir hari Senin (30/3).

Namun, Inglesby dalam program Fox News Sunday, mengatakan penerapan social distancing di Amerika belum membuat banyak kemajuan berarti (dalam hal pembatasan sosial) agar dapat melihat dampak yang cukup besar. “Kita masih harus mempertahankan social distancing,” ujarnya.

Peningkatan jumlah korban virus corona di Amerika sudah mencapai titik kritis. Terdapat 1.000 kematian pertama dalam lebih dari satu bulan. Sementara 1.000 kematian kedua terjadi dalam dua hari terakhir.

Penulis: Nurul Charismawaty


0 Komentar