Anies Resmi Perpanjang PSBB DKI hingga 22 Mei
Petugas kepolisian mengamankan pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di provinsi tersebut guna memutus rantai penyebaran wabah virus corona atau COVID-19. 

Perpanjangan PSBB di DKI itu dilakukan mulai 24 April hingga 22 Mei 2020, atau 28 hari ke depan.

Mengapa ini penting: PSBB DKI akan berakhir pada besok, Kamis 23 April 2020. Dengan begitu, perlu diperpanjang agar pencegahan penyebaran Covid-19 di DKI bisa efektif.

"Kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Periode kedua dimulai tanggal 24 April hingga 22 Mei 2020," kata Anies di Balai Kota DKI, Rabu (22/4/2020)

Konteks: Provinsi DKI Jakarta resmi menerapkan PSBB yang pertama pada Jumat, 10 April 2020 lalu setelah surat permohonan dari Gubernur Anies disetujui oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Saat itu, ditetapkan bahwa PSBB diberlakukan selama dua pekan usai ditetapkan.

Setelah mendengar saran ahli: Keputusan memperpanjang PSBB hingga 22 Meri 2020 dilakukan setelah Pemprov DKI mendengarkan para ahli di bidang penyakit menular dan diskusi yang dilakukan Dinas Kesehatan. Diharapkan, masyarakat Jakarta bisa mematuhi aturan PSBB, sehingga pandemi Covid-19 bisa selesai.

"Seperti kata Pak Presiden, kunci keberhasilan PSBB, kedisiplinan semua pihak menjalankan," ujar Anies.

Didukung DPRD:

• DPRD DKI Jakarta sebelumnya juga meminta Pemprov DKI segera mengajukan perpanjangan PSBB ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pasalnya, ada kekhawatiran penularan virus itu bertambah menyebar bila PSBB tak diperpanjang.

• DPRD meminta perpanjangan PSBB harus sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bahkan sampai angka penderita COVID-19 menurun.

"Memang harus diperpanjang. Kan jumlah yang terpapar tetap bertambah, ya walaupun jumlah yang sembuh juga meningkat. Pak Anies segera ajukan ke Kemenkes untuk perpanjangan," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik.

Mengais Jejak Refly, Si Pengkritik yang Terlampau Berisik

Perusahaan bandel harus ditindak:

• DPRD juga meminta kepada Pemprov DKI itu segera menindak perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi. Hal itu harus dilakukan agar tujuan dari PSBB untuk mengurangi kasus COVID-19 bisa berhasil.

• Bantuan juga harus terus diberikan kepada masyarakat yang terdampak selama masa perpanjangan PSBB.

"Makanya saya kira DKI harus prepare waktu yang panjang, misal, sampai bulan apa gitu. Kalau nanti misal pelaksanaannya jauh lebih cepat itu, kan jauh lebih bagus," ujar Taufik.


0 Komentar